Tautan-tautan Akses

Atasi Kekeringan, Pemerintah akan Bangun 1.000 Danau Buatan

  • R.Teja Wulan

Hasil panen padi menurun drastis akibat kemarau panjang di Indonesia (foto: VOA/ R. Teja Wulan).

Hasil panen padi menurun drastis akibat kemarau panjang di Indonesia (foto: VOA/ R. Teja Wulan).

Pemerintah akan segera membangun 1.000 danau buatan sebagai tempat cadangan air untuk mengatasi kekeringan di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian akan segera membangun 1.000 embung, atau danau buatan yang dapat digunakan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, rencana tersebut merupakan upaya jangka panjang yang nantinya bisa jadi solusi sekaligus antisipasi jika kekeringan melanda berbagai kawasan di Indonesia. Selama musim hujan, danau itu diharapkan berfungsi sebagai sarana penampung air hujan.

Suswono mengatakan bahwa dengan danau buatan tersebut, para petani diharapkan tidak lagi kesulitan mencari air dan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen.

“Untuk jangka panjang memang kita antisipasi yang lebih permanen yaitu akan dibangun banyak embung. Nanti (Kementerian) Pekerjaan Umum akan membangun lebih dari seribu embung,” ujarnya.

Suswono menambahkan, untuk upaya jangka pendek dalam mengatasi kemarau saat ini, pemerintah telah melakukan pompanisasi atau menggunakan mesin pompa untuk mengambil air dari sumbernya dan digunakan untuk keperluan pertanian.

“Hal itu terutama dilakukan untuk daerah-daerah yang masih punya potensi air dan ada tanaman-tanaman yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Indonesia mencapai 127.000 hektar, dan 23.000 hektar lahan mengalami puso atau gagal panen. Mayoritas daerah yang mengalami kekeringan dan puso tersebut adalah di Pulau Jawa. Bahkan, di Jawa Barat, sekitar 2.345 hektar lahan pertanian dinyatakan puso. Para petani pun mengeluhkan tentang dampak kekeringan ini. Akibat musim kemarau saat ini, produksi padi mereka menurun.

“Jadi (produksi padi) menurunnya sampai lima persenan. Tadinya 10 kilogram, sekarang minimal 5 kilogram, 6 kilogram,” ujar seorang petani bernama Engkus.

Bagi petani yang mengalami gagal panen, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana bantuan total Rp 199 miliar. Dana itu bisa didapat para petani jika melaporkan sawahnya yang mengalami puso ke Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi setempat.

Setelah mendapat verifikasi dari pemerintah provinsi dan disampaikan ke Kementerian Pertanian, nantinya dana bantuan tersebut akan ditransfer ke kelompok tani. Dana bantuan yang akan diberikan tersebut jumlahnya adalah Rp 3,7 juta per hektar.
XS
SM
MD
LG