Tautan-tautan Akses

Astronot AS Bisa Ikut Memilih dari Stasiun Antariksa


Astronot AS Sunita Williams (kanan) saat melakukan perbaikan stasiun antariksa internasional (foto: dok).

Astronot AS Sunita Williams (kanan) saat melakukan perbaikan stasiun antariksa internasional (foto: dok).

Astronot Amerika yang berada di Stasiun Antariksa Internasional punya pilihan untuk memberi suara dalam pemilihan presiden 6 November dari orbit, ratusan mil di atas TPS terdekat.

Astronot dalam laboratorium yang mengorbit itu menerima surat suara versi digital, yang dikirim Pengendali Misi NASA di Johnson Space Center (JSC) di Houston. Surat suara yang sudah diisi akan dikirim kembali ke Bumi dengan cara sama.

Sistem tersebut dimungkinkan oleh Undang-Undang tahun 1997 yang disahkan Kongres Texas karena hampir semua astronot NASA tinggal di Houston atau sekitarnya. Ini pertama kali undang-undang itu digunakan pada tahun sama oleh David Wolf, yang ketika itu berada di stasiun antariksa Rusia, Mir.

Warga Amerika pertama yang memberi suara dalam pemilihan Presiden dari antariksa adalah Leroy Chiao, ketika ia menjadi komandan misi Ekspedisi 10 Stasiun Antariksa Internasional tahun 2004.

Sekarang ini, dua di antara ke enam awak Ekspedisi 33, adalah warga Amerika - komandan Sunita Williams dan insinyur penerbangan Kevin Ford. Tetapi keduanya sudah memberi suara dalam pemilihan presiden, ketika mereka masih berada di Bumi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG