Tautan-tautan Akses

Astronom Dr. Nancy Grace Roman, Ibu Teleskop Antariksa Hubble

  • Ninie G. Syarikin

Dr. Nancy Grace Roman pada saat masih bekerja untuk badan antariksa AS (NASA) - (foto dok. tahun 1962).

Dr. Nancy Grace Roman pada saat masih bekerja untuk badan antariksa AS (NASA) - (foto dok. tahun 1962).

Saat bekerja untuk NASA, Dr. Roman memimpin program perancangan teleskop antariksa Hubble, sehingga ia mendapat julukan 'Ibu Teleskop Hubble'.

Nancy Grace Roman lahir pada tanggal 16 Mei 1925 di Nashville, Tennessee, dan besar pada masa terjadinya Depresi Besar Amerika (The Great Depression). Salah satu astronom yang paling disegani di AS ini adalah anak tunggal pasangan suami-isteri, ahli geofisika Irwin Roman dan guru musik Georgia Smith Roman. Pada usianya 86 tahun, Dr. Roman tetap berada dalam keadaan sehat dan terus aktif berkiprah di kediamannya di Chevy Chase, Maryland.

Mengenai asal-usulnya tertarik pada ilmu astronomi, Nancy mengungkapkan “Minat saya itu didorong sewaktu berumur 9 atau 10 tahun, saya hidup di tempat yang sangat gelap, dan terbiasa menatap bintang-bintang di langit. Saya tidak pernah merasa bosan. Setelah belajar di sekolah menengah pertama, saya mengambil keputusan untuk menjadi ahli ilmu falaq, dan saya tidak pernah berubah pikiran.”

Banyak tantangan yang dihadapi Nancy Roman dalam mewujudkan cita-citanya ini. Banyak orang berusaha mengubah pikirannya, dengan mengatakan bahwa astronomi bukanlah bidang yang cocok bagi kaum perempuan. Tetapi dia keras kepala, dan tak pernah menyesal dengan pilihannya itu.

Gambar favorit Nancy Grace Roman, hasil dari bidikan Teleskop Antariksa Hubble dari Nebula 27 Juli 2009

Gambar favorit Nancy Grace Roman, hasil dari bidikan Teleskop Antariksa Hubble dari Nebula 27 Juli 2009

Sewaktu Nancy kuliah di perguruan tinggi Swarthmore College di Pennsylvania, pada tahun-tahun 1940-an, bidang astronomi hanya memiliki 2 mahasiswa saja, keduanya wanita. "Sama sekali tidak ada mahasiswa pria. Hampir semua pria Amerika masa itu, berangkat ke medang Perang Dunia II", kenang Nancy. Nancy menerima gelar sarjana di bidang astronomi pada tahun 1946.

Saat kuliah di Universitas Chicago untuk program doktornya, Nancy mengatakan, jurusan astronomi memiliki 10 mahasiswa, termasuk diantaranya 2 mahasiswi. “Saya tidak menemukan masalah dengan teman sekelas pria. Saya pikir, kami bergaul dengan baik, tidak mengalami diskriminasi yang mencolok. Memang ada dosen yang mengatakan, tidak suka dengan gagasan mendidik mahasiswi, karena mereka acapkali putus kuliah untuk berumahtangga”, kenang Nancy.

Roman akhirnya menggondol gelar Doktor di bidang astronomi 3 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1949. Dr.Nancy Grace Roman segera bergabung di Laboratorium Riset Angkatan Laut AS. Sebagai seorang kutu buku, Roman merasa sangat senang dengan tugas melakukan penelitian.

Gambar planet Neptunus yang diambil dari Teleskop Antariksa Hubble (26/7)

Gambar planet Neptunus yang diambil dari Teleskop Antariksa Hubble (26/7)

Pada tahun 1959, dia pindah bekerja di Badan Antariksa Nasional AS (NASA) dan berkarir di sana selama 20 tahun. Salah satu tugasnya adalah menjadi konsultan dan memimpin program perancangan teleskop antariksa Hubble, yang kemudian memberinya julukan “The Mother of the Hubble Space Telescope” atau “Ibu Teleskop Hubble.”

Apakah astronomi itu sulit, sehingga hanya sedikit menarik kaum wanita yang mau menelaah bidang ini? Dr. Roman menjawab: “Saya pikir astronomi tidaklah lebih sulit daripada bidang-bidang lain. Memang memerlukan ketertarikan pada sains dan kemampuan tertentu di bidang matematika dan fisika. Selain itu, saya rasa, gadis-gadis, terutama pada tingkat sekolah menengah atas, agak khawatir mendalami bidang ini, sebagian alasan adalah karena pergaulan; mereka tidak ingin kelihatan pintar.”

Apa komentarnya secara umum tentang ilmu astronomi dan dorongannya kepada banyak orang? “Salah satu yang saya sukai tentang astronomi adalah ia merupakan bidang ilmu yang sangat kecil. Para astronom di seluruh dunia saling mengenal. Jika astronomi menarik perhatian anda, pelajarilah. Bahkan jika anda tidak tertarik mendalaminya sebagai suatu profesi, anda dapat menekuninya sebagai hobi,” demikian anjuran Roman kepada para pemerhati astronomi.

Nancy Grace Roman, 86 tahun, berpose dengan model teleskop Hubble yang dirancangnya (foto: dok.).

Nancy Grace Roman, 86 tahun, berpose dengan model teleskop Hubble yang dirancangnya (foto: dok.).

Apa kegiatannya kini? Penyandang gelar Doctor Honoris Causa dari empat perguruan tinggi ini menceritakan: “Berbicara dengan anak-anak di dalam kelas dan memberi ceramah dalam forum orang dewasa, serta merekam pelajaran untuk orang-orang buta dan anak-anak, yang mengalami gangguan belajar. Itulah sumbangan yang saya harap akan dapat terus saya lakukan. Tetapi saya tidak mau melewati tahap hidup di mana saya harus menyusahkan dan membebani orang lain.”

Dr. Nancy Grace Roman, dalam usia emasnya, terus menekuni hobinya antara lain membaca dan berkunjung ke museum. Nancy pun tetap aktif berkiprah dalam beberapa organisasi, antara lain American Association of University Women, American Astronomical Society, Association of Women in Science, and International Astronomical Union.

XS
SM
MD
LG