Tautan-tautan Akses

Assad: Rusia Tak Pernah Minta Dirinya Lepaskan Jabatan


Presiden Suriah Bashar al-Assad (foto: dok).
Presiden Suriah Bashar al-Assad (foto: dok).

Presiden Suriah Bashar al-Assad hari Kamis (14/7) mengatakan, Rusia tidak pernah memintanya untuk melepaskan jabatan.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry bertolak ke Moskow di mana ia diperkirakan akan mendorong gencatan senjata di Suriah yang telah direvisi dan peta jalan menuju perdamaian.

Dalam wawancara dengan NBC News, Assad mengatakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov maupun Presiden Vladimir Putin tidak ada yang memintanya untuk melepaskan jabatan, meskipun ada spekulasi mengenai komunikasi informal antara Rusia dan Amerika Serikat yang menghendaki ia meninggalkan jabatannya.

Assad mengemukakan bahwa politik Rusia tidak dilandaskan pada pembuatan kesepakatan, melainkan pada nilai-nilai. Pemimpin Suriah itu mengatakan bahwa Rusia tak pernah mengemukakan sepatah katapun mengenai peletakan jabatannya. Ia menegaskan bahwa hanya rakyat Suriahlah yang menentukan siapa yang akan menjadi presiden mereka, kapan presiden itu mulai menjabat atau berhenti.

Berbagai laporan menyebutkan Kerry, yang dijadwalkan tiba di Moskow Kamis ini, akan membahas dengan Rusia mengenai upaya-upaya menyelamatkan gencatan senjata di Suriah, serta kemungkinan pakta militer bersama untuk menarget militan ISIS di Suriah.

Sebuah koalisi pimpinan Amerika melancarkan serangan-serangan udara terhadap ekstremis di Suriah dan Irak dan dalam beberapa bulan belakangan ini ISIS kehilangan wilayah secara signifikan.

Dalam wawancara itu, Assad mengesampingkan upaya-upaya Amerika yang disebutnya tidak serius.

Menurutnya, kenyataan menunjukkan bahwa sejak dimulainya serangan udara Amerika, terorisme telah menyebar luas dan baru berkurang setelah Rusia turun tangan. Assad menambahkan, ketidakefektifan militer seperti itu merupakan cerminan kemauan politik Amerika. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG