Tautan-tautan Akses

Asia Tenggara Tingkatkan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru


Anggota Brimob bersiap memperketat pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru di seputar Monas, Jakarta, 22 Desember 2016 (Foto: dok).

Anggota Brimob bersiap memperketat pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru di seputar Monas, Jakarta, 22 Desember 2016 (Foto: dok).

Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina dan Thailand, meningkatkan upaya keamanan di tengah peringatan akan serangan teroris oleh para pendukung ISIS pada hari libur Natal dan Tahun Baru.

Indonesia mengatakan akan mengerahkan lebih dari 150.000 personil setelah polisi mengungkap rencana oleh sebuah kelompok terkait ISIS untuk melancarkan sebuah serangan bom bunuh diri pada musim Natal.

Ada sekitar 24 juta warga Kristen di Indonesia, atau sekitar 10 persen dari total populasi, dan banyak turis asing yang berlibur ke pulau Bali.

Kekhawatiran itu muncul menyusul peringatan pekan ini oleh kementerian luar negeri Australia bahwa warga Australia di Filipina, Indonesia dan Thailand “harus waspada” di tengah ancaman serangan teroris termasuk di Bangkok dan Puket.

Di Indonesia, departemen itu mengatakan tingkat ancaman teroris “tetap tinggi,” dan serangan “bisa terjadi di mana saja, kapan saja di Indonesia, termasuk Bali.”

Di Thailand, upaya untuk meningkatkan keamanan pada musim liburan Tahun Baru telah diambil meskipun “tidak ada informasi spesifik” mengenai serangan dalam waktu dekat, kata Panitan Wattanayagorn, salah seorang penasihat Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan.

Peringatan di seluruh Asia Tenggara itu muncul setelah polisi Australia di Melbourne menahan lima orang yang diduga merencanakan serangkaian serangan pada Hari Natal menggunakan bahan peledak, pisau, dan sebuah senjata di pusat kota. (vm)

XS
SM
MD
LG