Tautan-tautan Akses

AS

Aset-aset Trump Timbulkan Kekhawatiran

  • Carolyn Presutti

Salah satu gedung pencakar langit milik Presiden terpilih Amerika Serikat, Trump di Amerika (Foto: dok).

Salah satu gedung pencakar langit milik Presiden terpilih Amerika Serikat, Trump di Amerika (Foto: dok).

Tidak lama setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden, para analis mulai meneliti dengan cermat 20 proyek yang dikatakan miliknya di luar Amerika Serikat. Banyak yang menimbulkan pertanyaan tentang konflik kepentingan bagi pemimpin dunia bebas tersebut.

Untuk itu, Donald Trump sendiri mengirim pesan Twitter bahwa dia akan mengumumkan rencana menjauhkan diri dari bisnisnya pada akhir bulan ini dan organisasinya mengirimkan pernyataan tentang rencana itu kepada VOA. Wartawan VOA Carolyn Presutti menjelaskan beberapa isu yang mungkin timbul terkait transaksi bisnis presiden AS yang akan datang itu.

Kebanyakan orang Amerika sepakat bahwa belum pernah ada presiden terpilih seperti Donald Trump. "Tidak ada yang tahu apa yang saya miliki," kata Trump.

Tapi kita mendapat gambaran sekilas dari laporan keuangan yang harus diajukan oleh kandidat presiden pada masa kampanye. Laporan itu terdiri atas 104 halaman.

Tapi ada celah hukum yang tidak menuntut presiden yang baru terpilih untuk mengajukan laporan terbaru sampai 2018, dan tanpa laporan pajak yang belum dirilis oleh Donald Trump, informasinya hanya bersifat umum.

"Kami tidak memiliki pegangan yang sangat baik mengenai apa yang ada di luar sana," kata Ken Gross, mantan penasihat Komisi Pemilihan Federal.

Jangkauan bisnis Trump sangat luas, mulai dari Republik Dominika sampai ke India dan Indonesia.

Tidak masalah bagi pengusaha properti yang sukses, tapi menjadi rumit bagi presiden terpilih, kata Ken Gross, seorang penasihat etika politik.

"Untuk membangun gedung-gedung ini, dia mungkin perlu surat izin hak guna atau izin untuk membangun gedung yang lebih besar dan lebih megah. Sekarang kita berbicara soal keterlibatan dengan pemerintah," lanjut pakar hukum politik dari firma hukum Skadden ini.

Trump telah berjanji tidak akan terjerat konflik, tetapi bagaimana caranya masih belum jelas.

Donald Trump mengirim pesan lewat Twitter bahwa dia dan anak-anaknya pada tanggal 15 Desember akan mengungkapkan rencana yang membuatnya benar-benar keluar dari operasi bisnis. Pakar kepresidenan dari American University James Thurber mengatakan bahwa langkah itu tidak cukup.

"Jika saya penasihat etikanya, saya akan mengangkat CEO yang sepenuhnya terpisah dan dewan baru tanpa anggota keluarga untuk mengelola properti dan organisasi Trump di seluruh dunia," kata James Thurber.

Laporan keuangan Trump menunjukkan penghasilan di Azerbaijan $ 2,8 juta dalam dua tahun terakhir terkait bisnis hotel Baku, gedung pencakar langit 33 lantai yang belum diresmikan.

Putri Donald Trump Ivanka mengunggah foto dirinya sedang mengawasi konstruksi, tapi hotel itu dimiliki oleh menantu Menteri transportasi Azerbaijan, negara yang menurut Freedom House memiliki skor terendah untuk hak-hak politik, mengaku pada suap dan korupsi.

"Organisasi Trump juga mengatakan pihaknya sedang merencanakan pembangunan hingga 30 hotel di Tiongkok, sementara usaha terbesar organisasi itu, di Manhattan, sebagian dibiayai oleh Bank of China milik pemerintah China," lanjut James Thurber.

Sebagian analis mempertanyakan apakah "Trump sebagai Pengusaha" atau "Trump sebagai Presiden" yang akan bernegosiasi dengan China. Scott Amey bekerja untuk LSM yang mengawasi pemerintah, The Project on Government Oversight.

"Kita harus memastikan bahwa setiap perjanjian yang dibuat, perjanjian perdagangan, kebijakan luar negeri, misi, apa pun yang kita putuskan akan dilakukan secara internasional tidak bercela," kata Scott Amey.

Konstitusi AS mengamanatkan bahwa pejabat pemerintah tidak boleh menerima bayaran dari pemerintah asing.

Senator Demokrat dari Maryland Ben Cardin mengatakan Trump akan melanggar peraturan jika dia tidak melepaskan diri sepenuhnya dari perusahaannya.

"Anda tidak akan pernah bisa benar-benar meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada perlakuan khusus yang diberikan untuk bisnis Anda," kata Ben Cardin.

Ini adalah pertama kalinya seorang pengusaha dengan kerajaan real estate yang demikian besar akan menempati Gedung Putih. Walaupun mungkin akan timbul berbagai tantangan, sebagian rakyat Amerika mengatakan latar belakang bisnis Presiden terpilih Donald Trump akan berguna bagi negara. [as/lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG