Tautan-tautan Akses

AS

AS Waspada terhadap Ancaman Serangan Al-Shabab


Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson menyerukan kewaspadaan masyarakat (foto: dok).

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson menyerukan kewaspadaan masyarakat (foto: dok).

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Jeh Johnson menyerukan kewaspadaan masyarakat, pasca ancaman kelompok teroris Al Shabab yang bermarkas di Somalia untuk melakukan serangan terhadap pusat-pusat perbelanjaan Barat.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika, Jeh Johnson mengatakan bahwa video terbaru kelompok militant Al-Shabab itu menggarisbawahi fakta bahwa ancaman teroris global telah sampai ke tahap baru.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengatakan belum tahu adanya rencana spesifik apapun yang dapat dipercaya terhadap Mall of America di Bloomington, Minnesota atau pusat perbelanjaan komersil lain di Amerika.

Pernyataan itu menyusul dikeluarkannya sebuah video Sabtu malam (21/2) oleh Al Shabab kelompok teroris yang bermarkas di Somalia dan terkait Al Qaeda, yang menyerukan serangan terhadap pusat-pusat perbelanjaan Barat. Kelompok itu mengklaim bertanggungjawab atas serangan terhadap Westgate Mall di Nairobi – Kenya pada 21 September 2013 yang menewaskan 67 orang.

Laki-laki bertopeng yang berbicara dalam video Al Shabab itu mengatakan, “Jika beberapa pejuang Mujahiddin saja bisa melumpuhkan seluruh Kenya hampir selama satu minggu, bayangkan apa yang terjadi jika pejuang Mujahiddin yang setia di Barat melakukannya terhadap pusat-pusat perbelanjaan milik Amerika atau Yahudi di seluruh dunia? Apa yang terjadi jika serangan semacam itu terjadi di Mall of America di Minnesota? Atau West Edmonton Mall di Kanada? Atau Oxford Street di London? Atau pada ratusan lebih pusat perbelanjaan Westfield milik Yahudi yang tersebar di seluruh negara Barat?”.

Laki-laki itu memperingatkan akan terjadinya lebih banyak serangan di Kenya pasca operasi militer negara itu terhadap Al Shabab di Somalia. Keotentikan video itu belum bisa dipastikan secara independen.

Menteri Dalam Negeri Amerika Jeh Johnson yang tampil dalam program “Meet the Press” stasiun televisi NBC hari Minggu (22/2) mengatakan kelompok-kelompok baru seperti ISIS mengikuti langkah Al-Qaida yang secara efektif menggunakan video, penerbitan, sosial media dan internet untuk menjangkau masyarakat di negara-negara lain dan mengilhami aktor-aktor independen untuk melakukan tindak kekerasan.

“Kami harus waspada. Jadi kami meningkatkan keamanan. Ada seruan untuk melakukan serangan terhadap beberapa lokasi di Kanada dan Eropa. Untuk menanggapi hal itu, dua bulan lalu saya meningkatkan keberadaan ‘Federal Protective Service’ atau ‘Polisi Pemerintah Federal’ di gedung-gedung federal,” kata Johnson.

“The Mall of America” – yang lokasinya berdekatan dengan sejumlah besar komunitas warga Amerika keturunan Somalia – menyatakan guna menanggapi video tersebut, pihaknya telah mengambil tindakan pencegahan keamanan tambahan.

Kejaksaan Federal Amerika hari Kamis (19/2) mendakwa seorang warga Minnesota yang diduga menyediakan dukungan bagi ISIS dan berbohong pada pihak berwenang federal dalam sebuah penyelidikan teror. Hamza Naj Ahmed yang berusia 19 tahun – bersama tiga laki-laki lainnya – ditangkap bulan November lalu setelah diduga berupaya terbang ke Suriah melalui Turki.

Polisi Kanada hari Minggu (22/2) mengatakan penyelidikan yang mereka lakukan tidak mendapati adanya ancaman langsung dari Al Shabab. Wakil Kepala Polisi Edmonton – Brian Simpson mengatakan West Edmonton Mall memiliki sistem keamanan yang kuat dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ia menambahkan polisi bekerjasama erat dengan komunitas Muslim dan Somalia untuk mengetahui dan mengatasi ancaman yang ada.

XS
SM
MD
LG