Tautan-tautan Akses

AS Usahakan Langkah Segera untuk Bantu Korban Perang Suriah


Menlu Rusia Sergei Lavrov (kiri) dalam pertemuan dengan Menlu AS John Kerry di Zurich, Swiss Rabu (20/1).

Menlu Rusia Sergei Lavrov (kiri) dalam pertemuan dengan Menlu AS John Kerry di Zurich, Swiss Rabu (20/1).

Dalam pembicaraan dengan Menlu Rusia Rabu (20/1), Menlu AS John Kerry mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ketidak-pastian mengenai jadwal untuk pembicaraan mendesak tentang masa depan Suriah dan krisis kemanusiaan di negara yang dikoyak perang itu menjadi agenda utama pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Swiss hari Rabu (20/1).

Menteri Kerry mendesak Rusia "untuk menggunakan pengaruh Rusia" dengan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, kata juru bicara Amerika, "untuk memastikan akses kemanusiaan yang langsung, tanpa hambatan dan berkelanjutan bagi semua warga Suriah yang memerlukan, terutama di daerah-daerah yang terkepung seperti Madaya."

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby memberikan komentar dalam sebuah pernyataan, setelah pembicaraan antara Kerry dan Lavrov di Zurich, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Lavrov menegaskan bahwa Rusia setuju isu yang paling penting sekarang adalah mengusahakan bantuan untuk warga sipil terperangkap di zona perang Suriah.

Pertemuan mereka berlangsung pada saat kekhawatiran meningkat bahwa pembicaraan yang ditengahi PBB mengenai transisi politik di Suriahterancam batal.

Amerika dan Rusia adalah anggota utama Kelompok Pendukung International Suriah, yang berusaha menggalak-kan rencana PBB bagi transisi politik di Suriah dan mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung lama dan mengakibatkan banyak korban di Suriah.

Langkah berikutnya adalah pembicaraan yang dimediasi PBB antara pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan kelompok oposisi yang berusaha untuk menggulingkannya.

Ada ketidak-sepakatan mengenai kelompok-kelompok oposisi yang mana yang diikutkan dalam pembicaraan PBB, dan para pejabat mengatakan pertemuan pekan depan tidak dapat dilanjutkan sampai ada daftar yang dapat diterima oleh semua pihak mengenai faksi-faksi anti-Assad mana yang akan ikut ambil bagian.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah kegagalan memulai pembicaraan akan menghambat usaha memberlakukan gencatan senjata di Suriah.

Selain Menteri Kerry, Wakil Presiden Amerika Joe Biden dan Menteri Pertahanan Ash Carter adalah para pejabat Amerika yang menghadiri acara tersebut. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG