Tautan-tautan Akses

AS

AS Tuduh 3 Orang Lakukan Peretasan Keuangan Besar-besaran


Tiga orang didakwa melakukan pencurian terbesar data pelanggan dari bank JPMorgan Chase dan lembaga keuangan AS lainnya (foto: ilustrasi).

Tiga orang didakwa melakukan pencurian terbesar data pelanggan dari bank JPMorgan Chase dan lembaga keuangan AS lainnya (foto: ilustrasi).

Jaksa AS menuduh tiga orang melakukan pencurian terbesar data pelanggan dari bank JPMorgan Chase dan lembaga keuangan AS lainnya.

Dalam penuntutan yang diumumkan di New York hari Selasa (10/11), pemerintah mendakwa dua orang warga Israel, Gery Shalon, dan Ziv Orenstein, dan seorang warga Amerika, Joshua Aaron dengan tuduhan meretas komputer, penipuan pengiriman uang, judi ilegal lewat internet, penipuan surat-surat berharga dan tuduhan lainnya yang berlangsung dari tahun 2012 sampai beberapa bulan lalu.

Pemerintah AS mengatakan, para penipu itu melakukan "tindak kejahatan besar" mereka setidaknya terhadap 75 perusahaan.

Dakwaan menuduh orang-orang itu meretas di 12 perusahaan, termasuk dua broker online, E * Trade Financial dan Scottrade, dan Dow Jones, perusahaan induk dari The Wall Street Journal.

"Dari sudut pandang manapun, pelanggaran data pada perusahaan-perusahaan ini mengejutkan baik dari segi lingkup maupun skalanya," kata Jaksa AS Preet Bharara kepada wartawan.

Dakwaan itu menuduh orang-orang mencuri catatan dari lebih 83 juta pelanggan di Chase, bank terbesar di AS, dari bulan Juni sampai Agustus tahun lalu. Dikatakan bahwa satu atau lebih dari tiga orang terlibat dalam kegiatan kriminal lain sejak tahun 2007, termasuk manipulasi pasar surat berharga dan pengoperasian setidaknya selusin kasino internet ilegal.

Pihak berwenang mengatakan, Shalon dan Orenstein ditahan di Israel, sementara Aaron telah tinggal di Moskow dan Tel Aviv dan belum ditangkap [ps/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG