Tautan-tautan Akses

AS

AS Tinjau Kepatuhan Rusia pada Perjanjian Pengawasan Senjata


Peluncur rudal atau misil Rusia, Iskander, dibawa dalam latihan pawai militer di Moskow. (Foto: Dok)

Peluncur rudal atau misil Rusia, Iskander, dibawa dalam latihan pawai militer di Moskow. (Foto: Dok)

Para pejabat Amerika yakin Moskow telah mulai mengadakan percobaan penerbangan misil sedini tahun 2008.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan sedang melakukan peninjauan kembali untuk menentukan apakah percobaan misil penjelajah baru Rusia yang diluncurkan dari darat adalah pelanggaran perjanjian pengawasan senjata 1987.

Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah ditandatangani oleh mantan Presiden Amerika Ronald Reagan dan pemimpin Soviet waktu itu Mikhail Gorbachev. Perjanjian itu menghapuskan misil penjelajah dan balistik nuklir dan konvensional jarak menengah yang diluncurkan dari darat.

Harian New York Times melaporkan Kamis (30/1) bahwa para pejabat Amerika yakin Moskow telah mulai mengadakan percobaan penerbangan misil sedini tahun 2008. Para pejabat mengatakan misil-misil tersebut belum ditempatkan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Jen Psaki, berbicara beberapa jam setelah dimuat surat kabar, mengatakan Washington telah memberitahu NATO tentang percobaan misil tersebut dan telah membicarakan hal itu dengan Moskow. Belum ada tanggapan resmi dari Rusia.

Psaki tidak bersedia memberi keterangan lebih jauh mengenai komunikasi diplomatik itu, tetapi menggambarkan analisa Amerika yang sedang berlangsung sebagai peninjauan kembali yang sangat seksama yang telah diadakan berbulan-bulan.
XS
SM
MD
LG