Tautan-tautan Akses

AS Temukan Sisa Jenazah Tentara AS yang Hilang dalam Perang Dunia II


Anggota dari Defense POW / Badan Akuntansi MIA (DPAA), memegang bendera POW / MIA di atas sepotong puing logam dalam misi penyelidikan DPAA dekat desa Bhismaknagar, Arunachal Pradesh, India, 2 Desember 2016. (Foto: dok).

Operasi di Arunachal Pradesh untuk mencari sisa-sisa jenazah para tentara itu dilakukan oleh Instansi Pentagon urusan Pencarian Tawanan Perang atau Perwira yang Hilang (DPAA).

Sebuah tim Amerika Serikat telah menemukan apa yang diduga sebagai sisa-sisa jenazah tentara Amerika Serikat yang hilang dalam Perang Dunia II di negara bagian Arunachal Pradesh, India yang berbatasan dengan Myanmar dan China.

Lebih dari 400 warga Amerika Serikat yang mengantar ribuan ton bensin, amunisi dan pasokan lain ke tentara China yang melawan invasi militer Jepang, hilang di India.

Pemberian pasokan lewat udara lebih dari 70 tahun lalu itu dilakukan setelah Jepang memotong rute darat utama di seluruh negara yang dulu disebut Burma semasa perang. Tetapi banyak pesawat diduga jatuh ketika mengantarkan pasokan dari pangkalan udara India lewat rute berbahaya yang disebut “The Hump” dari India timur laut lewat Burma ke Kunming. Jalur berbahaya itu dikenal sebagai "Skyway to Hell" dan "Aluminum Trail."

Operasi di Arunachal Pradesh untuk mencari sisa-sisa jenazah para tentara itu dilakukan oleh Instansi Pentagon urusan Pencarian Tawanan Perang atau Perwira yang Hilang (DPAA). Tugas yang sulit itu mengharuskan tim-tim melakukan pendakian yang sulit di wilayah Himalaya dan berjalan kaki berhari-hari.

Kedutaan Amerika Serikat di India mengatakan warga setempat memperlihatkan kepada tim DPAA sisa-sisa jenazah yang ditemukan dekat puing-puing pesawat yang jatuh. Tim itu juga menemukan sisa-sisa jenazah lain yang mungkin terkait dengan para tentara yang hilang itu.

Pernyataan itu mengatakan, “Apabila telah disetujui oleh pemerintah India, sisa-sisa jenazah ini akan dikirim ke Laboratorium DPAA untuk diidentifikasi.” (vm)

XS
SM
MD
LG