Tautan-tautan Akses

AS Tawarkan Kerjasama Ekonomi dan Keamanan untuk Tunisia


Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Tunisia Taieb Baccouche berbicara dalam konferensi pers bersama di Tunis, Tunisia, Jumat (13/11).

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Tunisia Taieb Baccouche berbicara dalam konferensi pers bersama di Tunis, Tunisia, Jumat (13/11).

Tunisia dipuji Amerika atas reformasi demokratis di negara itu pasca pemberontakan Musim Semi Arab.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan "mata dunia mengarah ke Tunisia" dan Amerika menginginkan negara itu, yang dianggap sebagai tempat lahirnya gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring), berhasil. Ia menyampaikan hal itu di Tunisia, persinggahan pertamanya dari lawatan ke tiga negara, yang utamanya berfokus pada ketidak-stabilan politik dan keamanan di Suriah.

Tampil bersama Menteri Luar Negeri Tunisia Taieb Baccouche hari Jumat, Kerry mengatakan, Amerika telah memberi bantuan lebih dari 700 juta dolar untuk Tunisia tahun 2011, dan berkomitmen pada rencana awal memberi jaminan pinjaman baru.

Menurut Baccouche, negara tetangganya, Libya, menjadi sumber keprihatinan karena terorisme semakin "mapan" di negara itu. Ia menyatakan, Tunisia akan menyambut baik dukungan Amerika untuk membantu mengamankan perbatasannya.

Tunisia dipuji Amerika atas reformasi demokratis di negara itu pasca pemberontakan Musim Semi Arab. Namun, negara itu mengalami pukulan berat pada sektor pariwisata, yang penting bagi ekonominya, menyusul dua serangan mematikan awal tahun ini, termasuk serangan Juni lalu di kota wisata Sousse, yang menewaskan 35 orang. ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

Di Tunis, Kerry akan bertemu Presiden Beji Caid Essebsi, sebagai bagian Dialog Strategis Amerika-Tunisia kedua, dan anggota Kuartet Dialog Nasional.

Kelompok itu memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian atas perannya dalam mempromosikan demokrasi setelah protes nasional menyebabkan pergolakan politik di Tunisia hampir lima tahun lalu. [ka]

XS
SM
MD
LG