Tautan-tautan Akses

AS

AS Tawarkan Imbalan bagi Info Terkait Penyerang Konsulat di Benghazi


Gedung Kantor Pusat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington DC (Foto: dok).

Gedung Kantor Pusat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington DC (Foto: dok).

Departemen Luar Negeri Amerika menawarkan imbalan sekitar 10 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan siapapun yang terlibat dalam serangan teror di Konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Hari Jumat (16/11), Departemen Luar Negeri Amerika mengungkapkan pihaknya telah menawarkan imbalan yang jumlahnya mencapai 10 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau penghukuman siapapun yang terlibat dalam serangan teror tahun lalu di Konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada DPR hari Jumat, Departemen Luar Negeri mengatakan imbalan itu tidak dipublikasikan pada situs “Imbalan bagi Keadilan” seperti pada umumnya, karena masalah keamanan seputar penyelidikan yang masih berlangsung atas serangan 11 September 2012 di Benghazi itu. Duta Besar Amerika untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga warga Amerika lainnya tewas.

DPR Amerika telah mengeluh Departemen Luar Negeri tidak menggunakan upaya maksimal untuk menangkap para pelakunya. Sebagian anggota DPR tahun lalu mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri John Kerry dan menanyakan mengapa tidak ada imbalan yang ditawarkan bagi informasi tentang para penyerang di Benghazi.

Pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan imbalan itu telah ditawarkan sejak bulan Januari, ketika Hillary Clinton masih menjabat sebagai Menteru Luar Negeri.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG