Tautan-tautan Akses

AS Skeptis dengan Intervensi di Libya


Robert Gates (kiri) dengan Kepala Staf Gabungan Militer AS Laksamana Mike Mullen membahas situasi Libya di Pentagon.

Robert Gates (kiri) dengan Kepala Staf Gabungan Militer AS Laksamana Mike Mullen membahas situasi Libya di Pentagon.

Menhan AS Robert Gates mengatakan penegakan zona larangan terbang di Libya akan mengharuskan serangan penangkal terhadap sistem pertahanan udara Moammar Gaddafi.

Para pejabat tinggi Amerika telah mengisyaratkan sikap yang semakin berhati-hati akan intervensi militer internasional di Libya. Isyarat ini muncul sementara kekhawatiran timbul bahwa kelompok teroris Al-Qaida dapat menginjakkan kakinya di Libya jika situasi di negara ini berubah menjadi kekacauan.

Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates mengatakan kepada komisi Kongres, Rabu, bahwa penegakan zona larangan terbang di Libya akan mengharuskan serangan penangkal terhadap sistem pertahanan udara Moammar Gadhafi. Komentar Gates ini menjadi indikasi terbuka yang paling kuat bagi skeptisisme dalam pemerintahan Obama mengenai penegakan zona larangan terbang, terutama bila dilakukan tanpa dukungan luas internasional.

Dua orang senator terkemuka Amerika, John McCain dan Joe Lieberman, telah menyerukan penegakan zona larangan terbang di angkasa Libya dan usulan untuk mempersenjatai pasukan anti-rezim di sana. Para menteri luar negeri negara-negara Arab yang mengadakan pertemuan di Kairo, Rabu, mengatakan mereka sedang mempertimbangkan dukungan mereka bagi zona larangan terbang.

Dalam sidang lainnya di Kongres, Rabu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memperingatkan bahwa setiap intervensi Amerika untuk membantu penentang Gaddafi akan menjadi kontroversial baik di Libya maupun bagi masyarakat Arab yang lebih luas.

Tetapi, Clinton juga mengatakan salah satu keprihatinan terbesar Amerika adalah Libya akan menjadi suatu Somalia raksasa, yang penuh dengan kekacauan. Clinton mengatakan banyak aktivis Al-Qaida di Afghanistan dan Irak yang datang dari Libya timur, yang telah membentuk pemerintahannya sendiri.

XS
SM
MD
LG