Tautan-tautan Akses

AS Serukan Oman Tahan Diri dalam Hadapi Demonstrasi


Warga Oman menyaksikan asap mengepul dari sebuah toserba di Sohar, Senin (28/2).

Warga Oman menyaksikan asap mengepul dari sebuah toserba di Sohar, Senin (28/2).

Washington menyesalkan tewasnya beberapa orang dalam demonstrasi anti-pemerintah di Oman dan meminta pemerintah Oman untuk menahan diri.

Amerika Serikat mendesak Oman agar mengekang diri dalam menanggapi beberapa hari demonstrasi anti-pemerintah. Aksi protes di negara sekutu Amerika di Teluk Persia tersebut, pada hari Senin berubah menjadi aksi kekerasan dan menelan korban jiwa.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika PJ Crowley mengatakan Washington menyesalkan tewasnya beberapa orang dalam demonstrasi tersebut. Menurut Crowley, AS juga telah menghubungi pemerintah Oman untuk mendorong dilakukannya dialog dalam mengatasi pergolakan.

Amerika Serikat, menurut Crowley, juga terus mendorong Oman agar melakukan reformasi yang memperbaik kesempatan ekonomi dan memperluas keikut-sertaan publik dalam proses politik yang damai.

Ratusan warga Oman bergabung dalam hari ketiga demonstrasi anti-pemerintah di kota industri penting, Sohar, pada hari Senin. Demonstrasi tersebut merintangi jalan-jalan di sekitar lingkaran lalu-lintas utama. Demonstran juga membakar sebuah toko pangan serba ada. Para demonstran menuntut lebih banyak lapangan pekerjaan, upah lebih besar dan reformasi demokrasi di Oman, di mana penguasa Sultan Qaboos bin Said telah berkuasa sejak tahun 1970.

Demonstrasi-demonstrasi yang jarang terjadi di kesultanan yang biasanya tenteram tersebut juga menyebar ke ibukota, Muscat.

Demonstrasi di Sohar pada hari Minggu berubah menjadi aksi kekerasan, dengan para demonstran membakar sebuah kantor polisi dan bangunan-bangunan lain, yang menyebabkan polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet. Pemerintah Oman mengatakan satu orang tewas, tetapi saksi mata mengatakan beberapa orang tewas oleh polisi yang menembakkan peluru tajam.

XS
SM
MD
LG