Tautan-tautan Akses

AS Selidiki Kasus Doping yang Disponsori Rusia


Seorang petugas keamanan berjaga di gedung Komite Olimpiade Rusia di Moskow, Rusia, 9 November 2015 (Foto: dok).

Seorang petugas keamanan berjaga di gedung Komite Olimpiade Rusia di Moskow, Rusia, 9 November 2015 (Foto: dok).

Amerika Serikat biasanya tidak melancarkan penyelidikan atas kasus doping dalam olahraga, namun bisa melakukannya, khususnya jika pelanggaran yang dituduhkan menyangkut kompetisi di AS atau melibatkan akun-akun di bank-bank AS.

Amerika Serikat membuka penyelidikan atas pernyataan-pernyataan yang menyebutkan bahwa puluhan atlet Rusia berpartisipasi dalam program doping yang disponsori negara.

The New York Times, Selasa (17/5), melaporkan, para atlet, pejabat pemerintah Rusia, pihak berwenang anti-doping, dan pihak-pihak lainnya yang mungkin diuntungkan oleh program doping ini sedang diselidiki Kantor Jaksa AS untuk Distrik Timur New York.

Amerika Serikat biasanya tidak melancarkan penyelidikan atas kasus doping dalam olahraga, namun bisa melakukannya, khususnya jika pelanggaran yang dituduhkan menyangkut kompetisi di AS atau melibatkan akun-akun di bank-bank AS.

Para penuntut juga diizinkan untuk memperkarakan orang-orang asing yang tinggal di luar negeri jika mereka dapat membuktikan adanya keterkaitan dengan AS.

Menurut dua sumber, yang berbicara dengan syarat nama mereka dirahasiakan karena tidak diizinkan membahas kasus itu, Dr. Grigory Rodchenkov, mantan kepala laboratorium anti-doping Rusia, adalah di antara para pejabat Rusia yang sedang diselidiki. Ia dituduh memainkan peran penting dalam program doping yang disponsori pemerintah sebagaimana diungkap dalam sebuah laporan yang dirilis Badan Anti Doping Dunia (WADA) November lalu. Ia telah mengaku mempertukarkan contoh urin untuk pengujian atas petunjuk pemerintah Rusia. Ia telah lari meninggalkan Rusia sejak mengungkapkan kasus itu dan kini tinggal di AS.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko telah mengaku bahwa para pelatih, atlet dan pejabat Rusia telah membuat kekeliruan serius dalam sebuah tulisan di surat kabar Inggris The Sunday Times, namun tidak mengungkapkan rinciannya atau kaitan masalah itu dengan pemerintah.

Rusia saat ini sedang menunggu keputusan pada tanggal 17 Juni mengenai apakah federasi olahraga negara itu telah cukup mereformasi programnya untuk bisa berpartisipasi pada Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro.

Komite Olimpiade Internasional, Selasa, mengumumkan, 31 atlit yang terbukti positif menggunakan obat terlarang pada Olimpiade Beijing 2008 kemungkinan dilarang tampil di Rio de Janeiro musim panas ini. [ab/as]

XS
SM
MD
LG