Tautan-tautan Akses

AS, Saudi Usahakan Jeda Pertempuran bagi Kemanusiaan di Yaman


Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Saudi Adel al-Jubeir memberikan konferensi pers bersama di Riyadh, Saudi Arabia, Kamis (7/5).

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Saudi Adel al-Jubeir memberikan konferensi pers bersama di Riyadh, Saudi Arabia, Kamis (7/5).

Para pejabat AS dan Arab Saudi telah sepakat untuk mengusahakan jeda pertempuran untuk pengiriman bantuan kemanusiaan di Yaman.

Para pejabat AS dan Arab Saudi telah sepakat untuk mengusahakan jeda pertempuran untuk alasan kemanusiaan di Yaman, di mana pertempuran dengan para pemberontak Syiah Houthi telah memaksa ribuan orang meninggalkan negara itu.

Pada sebuah konperensi pers di Riyadh, Kamis, Menteri Luar Negeri John Kerry dan sejawatnya dari Saudi, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubier, mengatakan, usaha-usaha sedang digelar untuk memberlakukan gencatan senjata lima hari di Yaman untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan. Mereka mengatakan, gencatan senjata itu dapat diperbarui, tergantung kondisi di lapangan.

"Kami mendesak keras Houthi dan mereka yang mendukungnya – yang kami sarankan untuk menggunakan semua pengaruh mereka – untuk tidak menyia-nyiakan peluang besar untuk mengatasi kebutuhan rakyat Yaman dan menemukan jalan damai di Yaman, “ kata Kerry.

Menteri luar negeri Saudi itu mengatakan, belum ada komunikasi dengan Houthi, yang diyakini mendapat dukungan dari Iran, mengenai apakah mereka akan mendukung gencatan senjata itu.

Ia mengatakan, lebih banyak rincian akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang mengenai jeda yang diusulkan itu, yang akan mempengaruhi semua pihak di Yaman.

"Akan ada gencatan senjata di mana-mana atau tidak ada gencatan senjata sama sekali,” kata menteri luar negeri itu.

Ia menambahkan bahwa ia berharap Houthi cukup perduli terhadap rakyat Yaman sehingga mendukung rencana itu.

Sebelumnya pekan ini, duta besar Yaman untuk PBB mengirim surat ke Dewan Keamanan, yang mendesak masyarakat internasional untuk segera terlibat dengan pasukan darat di Yaman.

Ditanya mengenai permohonan itu, Kerry mengatakan baik AS maupun Arab Saudi belum membicarakan untuk mengirim pasukan darat.

Sebelumnya Kamis, Kerry secara terpisah bertemu Raja Saudi Salman dan Presiden Yaman Abdu Rabu Mansour Hadi, yang mengasingkan diri di Arab Saudi karena alasan keamanan.

XS
SM
MD
LG