Tautan-tautan Akses

AS-Rusia Lakukan Telekonferensi Darurat Bahas Suriah


Bekas serangan udara Rusia terhadap sebuah gedung di kota Talbiseh, Suriah (30/9).

Bekas serangan udara Rusia terhadap sebuah gedung di kota Talbiseh, Suriah (30/9).

Amerika dan Rusia melakukan telekonferensi darurat hari Kamis (1/10) dalam usaha menghindari konfrontasi militer karena keduanya sama-sama melancarkan serangan udara di Suriah.

Telekonferensi mencakup dua pejabat tinggi Departemen Pertahanan Amerika dan setidaknya satu pejabat sejajar dari pihak Rusia. Ini disebabkan hari Rabu (30/9) Rusia melancarkan serangan udara mendukung Suriah, dan adanya tanda-tanda Rusia mungkin siap memperluas operasi udara ke Irak.

Seorang diplomat senior Rusia mengatakan negaranya siap mempertimbangkan melancarkan serangan udara di Irak, jika diminta Baghdad.

Pada waktu sama kantor berita Reuters mengabarkan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan ia akan menyambut baik kalau Rusia melancarkan serangan udara di Irak.

Pesawat jet tempur Rusia hari Kamis (1/10) untuk hari kedua melancarkan serangan di Suriah menggempur bukan saja sasaran terkait negara Islam atau ISIS, tetapi menurut pengamat, sasaran terkait barisan pejuang yang didukung Amerika.

Menteri pertahanan Rusia mengatakan lewat televisi pesawat tempur Rusia menghantam puluhan sasaran terkait ISIS termasuk satu pusat komando dan dua depot amunisi. Namun, Kremlin mengakui serangan juga ditujukan terhadap beberapa kelompok yang bukan ISIS.

Kelompok-kelompok itu sudah dikenal dan sasaran yang digempur dipilih dengan kerjasama militer Suriah, kata juru bicara Rusia Dmitry Peskov kepada wartawan hari Kamis.

Keterangan Peskov bertentangan dengan pernyataan kepala staf Presiden Vladimir Putin bahwa serangan semata-mata untuk membantu pemerintah Suriah memerangi ISIS.

Menurut badan pengamat hak asasi Suriah yang berkedudukan di London, serangan udara hari Kamis menghantam kawasan-kawasan operasi kelompok pemberontak Tajamu Alezzah yang didukung Amerika.

Menteri pertahanan Amerika Ashton Carter mengatakan hari Rabu koalisi pimpinan Amerika akan terus melancarkan serangan udara sendiri, dan bersama negara lain melakukan tekanan lebih kuat terhadap ISIS. Ia juga mengatakan serangan udara Rusia di Suriah menghantam kawasan yang barangkali tidak di bawah kekuasaan ISIS.

Sementara itu, sumber Departemen Pertahanan Amerika yang tidak disebut namanya mengatakan kepada VOA,ISIS terpusat di kota Raqqa dan Aleppo dan kota Deir al-Zour di Suriah timur. Sebaliknya banyak dari musuh rezim Suriah pimpinan Presiden Assad berada di Homs yang digempur Rusia hari Rabu.

Menteri Pertahanan Ashton Carter menandaskan, keputusan Rusia melancarkan serangan udara mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad sama dengan menuang minyak ke dalam api dalam perang saudara yang sudah empat tahun di Suriah.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG