Tautan-tautan Akses

AS

AS Rilis Dokumen Pengintaian yang Kontroversial


Wakil Direktur Badan Keamanan Nasional AS (NSA) John C. Inglis memberikan keterangan di depan komite Senat AS mengenai program pengintaian (31/7).

Wakil Direktur Badan Keamanan Nasional AS (NSA) John C. Inglis memberikan keterangan di depan komite Senat AS mengenai program pengintaian (31/7).

Pemerintah AS hari Rabu (31/7) mempublikasikan perintah rahasia yang mengizinkan dilakukannya program pengintaian penggunaan telepon dan internet warga AS.

Amerika telah mempublikasikan perintah rahasia yang mengizinkan dilakukannya program pengintaian besar-besaran penggunaan telepon dan internet oleh warga Amerika, informasi tentang dua program rahasia yang dibocorkan mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika NSA – Edward Snowden – bulan lalu.

Pemerintah Amerika mempublikasikan perintah tersebut hari Rabu (31/7) tetapi tidak merilis informasi penting seperti nama-nama perusahaan telepon yang dilibatkan untuk mendapatkan data telepon tersebut. Publikasi dokumen ini tampaknya merupakan upaya baru pemerintahan Presiden Barack Obama untuk mendukung klaim bahwa pengumpulan data itu penting untuk mencegah serangan teroris baru di Amerika.

Satu dokumen yang dikirim kepada pemimpin Kongres tahun 2011 menggambarkan program pengintaian NSA itu sebagai “program-program pengumpulan inteljen asing paling sensitif” yang dilakukan oleh pemerintah Amerika. Dokumen itu mengatakan pengumpulan dilakukan terhadap nomor telepon dan alamat email, waktu dilakukannya sambungan telfon dan internet serta tanggalnya, tetapi bukan isi pembicaraan telfon atau pesan internet tersebut.

Selagi pemerintah Amerika mempublikasikan informasi itu, suratkabar Inggris “Guardian” justru mempublikasikan program rahasia NSA lainnya yang dibocorkan Snowden – yaitu “XKeyscore”. Suratkabar itu mengatakan NSA membual dengan mengatakan “XKeyscore” adalah sistem “dengan jangkauan terluas”, di mana para analis bisa memantau pembicaraan internet di dunia maya dan mengetahui sejarah jutaan pengguna internet.

Jangkauan program pengintaian ini telah mengejutkan warga Amerika dan memicu perdebatan soal perlu tidaknya dilakukan pembatasan. DPR pekan lalu menolak upaya menyudahi beberapa program mata-mata tersebut.

Tetapi dalam dengar pendapat tentang program pengintaian tersebut hari Rabu, Ketua Komisi Kehakiman Senat Patrick Leahy dari negara bagian Vermont, bersikap skeptis sehubungan perlunya program mata-mata tersebut.

Edward Snowden membocorkan rincian program pengintaian tersebut setelah terlebih dulu terbang ke Hong Kong dan kemudian ke Moskow, di mana ia berada di bandara Sheremetyevo selama satu bulan terakhir ini sementara mengupayakan suaka ke negara mana pun agar tidak dideportasi ke Amerika guna menghadapi tuduhan-tuduhan spionase.

Edward Snowden kini sedang mengupayakan suaka sementara di Rusia dengan mengatakan ia sebenarnya ingin pergi ke Amerika Latin, di mana tiga negara – Venezuela, Bolivia dan Nicaragua telah menawarinya suaka. Tetapi upaya meninggalkan Rusia terhambat ketika Amerika mencabut paspornya, sementara Presiden Rusia Vladimir Putih menolak permohonan Presiden Amerika Barack Obama untuk mendeportasi Snowden untuk bisa diadili di Amerika.

Wakil Direktur NSA John Inglis mengatakan kepada Patrick Leahy, tidak seorang pun dipecat atau ditawari untuk mengundurkan diri dari NSA pasca pembocoran informasi yang dilakukan Snowden. Inglis mengatakan NSA sedang menyelidiki bagaimana terjadinya pembocoran itu dan akan meminta pertanggungjawaban pejabat berwenang.
XS
SM
MD
LG