Tautan-tautan Akses

AS: Rezim Suriah Bergantung pada Hizbullah dan Iran


Tentara yang loyal pada rezim Suriah dengan tank-tank militer mereka di Qusair, setelah angkatan darat Suriah mengambil alih kota itu dari pemberontak (5/6). (Reuters/Mohamed Azakir)

Tentara yang loyal pada rezim Suriah dengan tank-tank militer mereka di Qusair, setelah angkatan darat Suriah mengambil alih kota itu dari pemberontak (5/6). (Reuters/Mohamed Azakir)

Gedung Putih mengatakan rezim pemerintah Suriah bergantung pada militan Hizbullah dan Iran untuk melakukan tugas.

Amerika mengatakan rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah bergantung pada militan Hizbullah dan Iran untuk melakukan tugas, dan mengutuk serangan brutal pemerintah Suriah terhadap kota Qusair.

Gedung Putih mengutuk serangan tersebut dengan sangat keras, menyatakan bahwa serangan-serangan itu menyebabkan penderitaan luar biasa.

Dikatakan, keterlibatan Hizbullah yang didukung Iran di Suriah, dan serangan-serangan Suriah di dalam perbatasan Lebanon, adalah ancaman yang disengaja bagi keamanan Lebanon.

Amerika kembali meminta Hizbullah dan Iran segera keluar dari Suriah.

Pasukan Suriah merebut Qusair dari pemberontak hari Rabu setelah serangan tiga minggu.

Kepada VOA, aktivis oposisi Abu Rami, mengatakan jenazah lebih dari 1.000 warga sipil dan pemberontak yang tewas harus segera dievakuasi dari Qusair. Ia mengatakan 20 ribu orang terjebak dalam kota tersebut, dan menuduh pasukan Suriah melancarkan serangan udara, serta mortir dan roket terhadap warga sipil.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG