Tautan-tautan Akses

AS Prihatin Pengadilan Terhadap Aktivis Mesir


Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland (Foto: dok).

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland (Foto: dok).

Amerika Serikat menyatakan sangat prihatin mengenai keputusan Mesir untuk mengajukan 43 orang ke pengadilan atas dakwaan memberi pendanaan ilegal kepada kelompok-kelompok pro-demokrasi.

Seorang sumber di pengadilan di Kairo hari Minggu mengatakan, kasus 43 tersangka, yang mencakup 19 warga Amerika, lima Serbia, dua Jerman, tiga Arab dan sejumlah warga Mesir, telah diserahkan ke pengadilan pidana Kairo. Di antara 19 orang Amerika itu terdapat Sam LaHood, kepala kantor International Republican Institute di Mesir yang juga putra Menteri Transportasi Amerika Ray LaHood.

Para hakim yang menangani kasus ini juga menuduh para aktivis asing dan Mesir, yang telah dicekal keluar negara itu, menjalankan organisasi tanpa izin yang diperlukan. Tanggal dimulainya persidangan belum ditetapkan.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland mengatakan Washington sangat prihatin mengenai perkembangan ini dan meminta klarifikasi dari pemerintah Mesir. Hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memperingatkan menteri luar negeri Mesir bahwa sengketa ini dapat menyebabkan hilangnya bantuan militer tahunan senilai lebih dari 1.3 miliar dolar untuk Cairo. Tetapi Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Amr hari Minggu menanggapinya dengan mengatakan pemerintah tidak dapat mencampuri tugas para hakim.

Pemerintahan Obama mengecam penindakan keras Mesir terhadap LSM-LSM, tiga di antaranya berbasis di Washington. Sejumlah warga Amerika yang terlibat telah mencari perlindungan di Kedutaan Besar Amerika.

XS
SM
MD
LG