Tautan-tautan Akses

AS

AS Prihatin dengan Percepatan Pembangunan Permukiman Israel


Warga Palestina mengepak barang-barang mereka setelah rumah mereka dihancurkan oleh pasukan Israel di desa Sair, Tepi Barat, dengan alasan tidak ada izin bangunan (16/8). (AP/Nasser Shiyoukhi)

Warga Palestina mengepak barang-barang mereka setelah rumah mereka dihancurkan oleh pasukan Israel di desa Sair, Tepi Barat, dengan alasan tidak ada izin bangunan (16/8). (AP/Nasser Shiyoukhi)

Utusan PBB untuk Timur Tengah mengatakan bahwa perluasan permukiman oleh Israel termasuk di antara hambatan terbesar bagi perdamaian dengan Palestina.

Amerika Serikat menegur Israel atas rencana negara Yahudi itu untuk mempercepat pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat di saat negara itu menghadapi peningkatan keprihatinan internasional.

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest hari Rabu (31/8) mengatakan “perluasan penting kegiatan permukiman ini merupakan peningkatan dan ancaman serius bagi “kelangsungan penyelesaian dua negara”.

Dalam persetujuan terbaru, komite perencanaan militer Israel memaparkan rencana 463 unit perumahan di berbagai permukiman di Tepi Barat, menurut situs berita Israel Haaretz dan kelompok pengawas pemukiman Peace Now.

Dari seluruh unit itu, 51 unit perumahan adalah bangunan baru sementara 178 unit lainnya yang dibangun tanpa izin di salah satu pemukiman pada tahun 1980-an, mendapat izin berlaku surut, menurut laporan Haaretz.

“Kita sangat prihatin dengan kebijakan yang secara retroaktif menyetujui pemukiman ilegal dan permukiman tanpa izin,” kata Earnest. “Saya rasa kita cukup jelas mengenai keprihatinan kita mengenai isu ini”.

Sebelumnya awal minggu ini utusan PBB untuk Timur Tengah Nicolay Mladenov memberitahu Dewan Keamanan PBB bahwa perluasan permukiman oleh Israel termasuk di antara hambatan terbesar bagi perdamaian dengan Palestina. Tapi Israel menyangkal keprihatinan utusan itu. David Keyes, juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan komentar-komentar itu “memutarbalikkan sejarah”.

“Yahudi sudah di Yerusalem, Judea dan Samaria selama ribuan tahun dan kehadiran mereka di sana bukan penghalang bagi perdamaian,” kata Keyes dalam sebuah pernyataan dengan menggunakan nama-nama Alkitab untuk Tepi Barat.

Amerika mendesak Israel dan Palestina untuk “mengambil langkah-langkah yang berarti” untuk membangun kepercayaan tapi Israel sebaliknya mempromosikan pembangunan ribuan rumah-rumah permukiman baru. [my/al]

XS
SM
MD
LG