Tautan-tautan Akses

AS Potong Dana UNESCO Setelah Pemberian Keanggotan Penuh bagi Palestina


Kantor pusat UNESCO di Paris, tempat berlangsungnya pemungutan suara mengenai keanggotaan Palestina, Senin ((31/10).
Kantor pusat UNESCO di Paris, tempat berlangsungnya pemungutan suara mengenai keanggotaan Palestina, Senin ((31/10).

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak akan menyalurkan kontribusinya untuk bulan November kepada UNESCO

Amerika Serikat memutuskan akan memotong dananya bagi UNESCO setelah pemungutan suara lembaga tersebut mengabulkan permohonan Palestina untuk menjadi anggota penuh.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak akan menyalurkan kontribusinya untuk bulan November sebesar 60 juta dolar AS kepada UNESCO karena hukum Amerika Serikat melarang AS memberi dukungan kepada lembaga PBB manapun yang menerima keanggotaan Palestina.

Washington saat ini merupakan sumber dana UNESCO terbesar, menyediakan 22 persen dana lembaga ini.

Sebelumnya, Senin (31/10), UNESCO yang berbasis di Paris menyetujui permohonan Palestina dengan suara 107 banding 14, dengan 52 abstain.

Perancis termasuk salah satu yang menyetujui mosi tersebut, bersama dengan hampir semua negara Arab, Afrika, Amerika Latin dan Asia, termasuk Tiongkok dan India. Israel, AS, Kanada dan Jerman termasuk di antara yang menolak, sementara Jepang dan Inggris abstain. Persyaratan dua pertiga suara yang dibutuhkan oleh UNESCO yang beranggotakan 193 negara itu pun terpenuhi.

Gedung Putih menyebut keputusan UNESCO sebagai "prematur," dan mengatakan langkah tersebut mengecilkan upaya komunitas internasional untuk mencapai perdamaian yang menyeluruh di Timur Tengah. Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan langkah ini mengalihkan perhatian dari tugas memulai kembali perundingan langsung antara Israel dan Palestina. Duta Besar AS bagi PBB, Susan Rice, menyebut hasil tersebut sebagai "sangat merusak bagi UNESCO."

XS
SM
MD
LG