Tautan-tautan Akses

AS

AS Pertimbangkan Ubah Kebijakan soal Uang Tebusan bagi Sandera di Luar Negeri


Laura Spaeth mengunjungi memorial bagi sandera AS Kayla Mueller di Prescott, Arizona (foto: dok).

Laura Spaeth mengunjungi memorial bagi sandera AS Kayla Mueller di Prescott, Arizona (foto: dok).

Sebuah jaringan televisi AS melaporkan bahwa pemerintah Presiden AS Barack Obama mempertimbangkan perubahan besar-besaran dalam kebijakannya mengenai pembayaran tebusan bagi sandera-sandera warga negara AS.

ABC pada hari Minggu mengatakan keluarga-keluarga sandera yang mencoba untuk melakukan negosiasi bagi tebusan untuk sanak saudara mereka yang ditahan di luar negeri tidak akan lagi terancam dituntut dengan dakwaan bertransaksi dengan teroris.

Perubahan ini didasarkan pada rekomendasi dari tim penasehat yang ditunjuk oleh Gedung Putih, National Counterterrosim Center, menurut ABC.

Pejabat AS mengatakan kepada televisi ABC, "Tidak akan ada ancaman penjara atau bahkan tuntutan apapun bagi anggota keluarga yang mencoba untuk membebaskan orang tercinta mereka yang ditahan di luar negeri."

Diane Foley, ibunda James Foley yang dipancung oleh ISIS tahun lalu, mengatakan kepada ABC bahwa pejabat-pejabat AS mengancam akan membawa keluarganya ke pengadilan dengan tuntutan-tuntutan kirminal jika mereka mencoba untuk menggalang dana guna membebaskan putra mereka.

Gedung Putih membantah tuduhan tersebut dan Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan "sangat terkejut" dengan pernyataan itu.

Pemerintahan Obama belum berkomentar terhadap laporan ABC.

XS
SM
MD
LG