Tautan-tautan Akses

AS

AS Pertimbangkan Sejumlah Opsi Tanggapi Ekstrimis di Irak


Presiden Obama berbicara di halaman Gedung Putih tentang tanggapan pemerintahannya sehubungan dengan meningkatnya ekstrimis di Irak, 13/6/2014.

Presiden Obama berbicara di halaman Gedung Putih tentang tanggapan pemerintahannya sehubungan dengan meningkatnya ekstrimis di Irak, 13/6/2014.

Amerika sedang mempertimbangkan berbagai pilihan untuk menanggapi ekstremis Islamis yang bergerak maju di seluruh Irak dan kini menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu.

Negara Islam Irak dan Levant, atau ISIL, bertekad terus bergerak maju ke Baghdad sementara angkatan bersenjata Irak tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi gerakan maju ekstremis itu.

Perkembangan ini dipandang sebagai hal memalukan bagi Washington, yang telah menghabiskan sekitar $25 miliar untuk melatih dan mempersenjatai militer Irak sejak tahun 2003 ketika perang pimpinan Amerika dimulai.

Presiden Barack Obama hari Kamis menekankan bahwa ia tidak mengesampingkan kemungkinan tanggapan terhadap krisis itu. Tapi hanya ada sedikit pilihan yang bagi presiden Amerika itu, yang menarik pulang tentara Amerika dari Irak hanya dua setengah tahun lalu dan yang enggan untuk melibatkan Amerika dalam perang lain di luar negeri.

Salah satu pilihan adalah menggunakan serangan pesawat tak berawak untuk menarget para laskar ISIL, seperti yang telah dilakukan Amerika terhadap tersangka militan di negara-negara lain yang dilanda pemberontakan, seperti Pakistan, Afghanistan, Yaman dan Somalia.

Para pejabat Amerika hari Kamis mengatakan serangan pesawat tak berawak adalah salah satu pilihan yang dipertimbangkan, dan mereka mengatakan Amerika telah menggunakan pesawat tak berawak untuk tujuan intelijen.


Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG