Tautan-tautan Akses

AS Masih Pertimbangkan Respon terhadap Korut


Warga Seoul, Korsel menonton TV yang menyiarkan rencana peluncuran roket Korea Utara hari Rabu (3/2).

Warga Seoul, Korsel menonton TV yang menyiarkan rencana peluncuran roket Korea Utara hari Rabu (3/2).

Kongres AS menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Korea Utara setelah negara itu mengatakan melakukan ujicoba bom hidrogen yang sukses bulan lalu.

Meskipun AS dan kekuatan dunia lainnya telah mengritik tajam Korea Utara yang melakukan uji coba nuklir keempat dan mengumumkan rencana untuk meluncurkan "satelit pengawas," ada ketidaksepakatan luas atas langkah-langkah apa yang harus diambil untuk mengekang ambisi nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

Kongres AS menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Korea Utara setelah negara itu mengatakan melakukan ujicoba bom hidrogen yang sukses bulan lalu.

DPR meloloskan RUU yang dirancang untuk mempersulit Korea Utara memperoleh mata uang yang dibutuhkan untuk program senjata nuklirnya. Senat sedang mempertimbangkan tindakan untuk meningkatkan penalti AS terhadap Korea Utara.

Namun analis mengatakan, sanksi saja tidak menghasilkan perubahan, khususnya untuk mengekang apa yang oleh negara-negara kuat dinilai sebagai tindakan provokatif Korea Utara.

"Saya berpendapat tidak seorangpun dalam pemerintahan Amerika percaya bahwa sekedar penerapan sanksi keras akan mengubah perilaku Korea Utara," kata Jonathan Pollack, pengamat kebijakan Asia Timur dalam forum hari Rabu di Brookings Institution.

Tetapi dia mengatakan, penalti bisa mengakibatkan Korea Utara harus membayar mahal atas tindakan yang telah dilakukannya.

Korea Utara kemungkinan semakin memperbesar kekhawatiran AS ketika mengumumkan Selasa (2/2), bahwa pihaknya akan meluncurkan "satelit observasi bumi" antara tanggal 8 sampai 25 Februari.

Pemerintah Korea Utara mengatakan, memiliki kedaulatan untuk mengupayakan program ruang angkasa, tapi AS dan kekuatan dunia lainnya khawatir peluncuran itu merupakan upaya Pyongyang untuk secara diam-diam memajukan program rudal balistik jarak jauh, sebuah langkah yang melanggar resolusi PBB. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG