Tautan-tautan Akses

AS Perpanjang Penutupan Sebagian Kantor Misi Diplomatik


Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv, Israel (Foto: dok). Amerika Serikat membuka kembali sebagian Kedutaan Besar di Timur Tengah dan Affrika Selatan, Senin (5/8) setelah ditutup sehari karena alasan keamanan.
Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv, Israel (Foto: dok). Amerika Serikat membuka kembali sebagian Kedutaan Besar di Timur Tengah dan Affrika Selatan, Senin (5/8) setelah ditutup sehari karena alasan keamanan.

Amerika membuka kembali beberapa kantor misi diplomatiknya di Timur Tengah dan Afrika Utara hari Senin, sementara 19 kedutaan dan konsulatnya di kawasan itu tetap tutup karena alasan keamanan.

Kedutaan-kedutaan di Baghdad, Kabul, Aljir dan Dhaka termasuk di antara kedutaan yang sudah memperoleh ijin oleh Departemen Luar Negeri Amerika untuk kembali dibuka, Senin ini (5/8).

Para pejabat Amerika menutup kedutaan tersebut, dan mengeluarkan nasehat perjalanan sedunia bagi warga Amerika pekan lalu, dengan memperingatkan adanya kemungkinan kuat serangan teroris.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan hari Minggu mereka tetap menutup ke-19 kedutaan dan konsulat hingga Sabtu mendatang sebagai langkah berjaga-jaga, bukan karena adanya ancaman baru. Kedutaan-kedutaan tersebut antara lain di Amman, Kairo, Sanaa dan Tripoli

Inggris, Perancis, Jerman dan Norwegia mengikuti langkah Amerika dengan menutup kedutaan mereka di Sanaa, ibukota Yaman, sampai akhir pekan ini. Yaman adalah basis al-Qaida di Semenanjung Arab, kelompok yang diyakini Amerika bertekad menyerang sasaran Barat.

Di Washington, juru bicara Gedung Putih Jay Carney menolak untuk merinci sifat ancaman yang mendorong penutupan kedutaan. Namun dia mengatakan, "Kami yakin ancaman ini serius."

Sebagian anggota kongres Amerika mengatakan ancaman serangan itu adalah yang paling spesifik yang mereka lihat sejak serangan teroris al-Qaida di Amerika Serikat pada tahun 2001.
XS
SM
MD
LG