Tautan-tautan Akses

AS

AS Peringatkan Milisi Libya Akan Konsekuensi Penjualan Minyak Ilegal


Kapal berbendera Korea Utara berlabuh di terminal ekspor Es Sider di Ras Lanuf (8/3), Libya.

Kapal berbendera Korea Utara berlabuh di terminal ekspor Es Sider di Ras Lanuf (8/3), Libya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan orang-orang yang membeli minyak curian dapat menghadapi tuntutan perdata dan sanksi.

Amerika Serikat mengingatkan konsekuensi sehubungan dengan penjualan yang tidak sah minyak yang telah dimuat oleh para anggota milisi ke dalam tanker berbendera Korea Utara di sebuah pelabuhan Libya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki mengatakan dalam pernyataan Minggu malam (9/3) bahwa minyak tersebut adalah milik perusahaan minyak nasional Libya dan mitranya, yang mencakup perusahaan-perusahaan Amerika. Dia mengatakan orang-orang yang membeli minyak curian dapat menghadapi tuntutan perdata dan sanksi.

Libya telah melarang milisi menjual minyak mentah langsung ke pasar dunia.

Angkatan Laut Libya dan milisi pro-pemerintah mengerahkan kapal-kapal Minggu untuk menghambat tanker itu bertolak dari pelabuhan tersebut, yang dikuasai oleh milisi saingan.

Menteri Kebudayaan Libya dan juru bicara pemerintah Habib Al-Amin mengatakan setiap usaha sedang dilakukan untuk menghentikan tanker itu, dan serangan militer adalah mungkin kalau tanker itu tidak mematuhi instruksi pemerintah.
XS
SM
MD
LG