Tautan-tautan Akses

AS

AS Peringati 75 Tahun Serangan Pearl Harbor


Kathleen Chavez (kiri) berbincang dengan ayahnya Ray Chavez, yang berusia 104 tahun, salah satu penyintas paling tua dari serangan Pearl Harbor, dalam peringatan peristiwa itu di Honolulu (7/12). (AP/Eugene Tanner)

Bagi militer laki-laki dan perempuan Amerika, terutama yang berada di Jepang saat ini, ini adalah kesempatan untuk merenungkan pengorbanan mereka dulu,

Pertemuan besar terakhir para korban yang selamat dari serangan Jepang di Pearl Harbor berlangsung Rabu (7/12) di Hawaii, 75 tahun setelah pemboman yang menyeret Amerika ke dalam Perang Dunia II.

Ribuan orang berdiri dan bertepuk tangan ketika beberapa puluh orang yang selamat bergabung dengan anggota militer laki-laki dan perempuan yang bertugas aktif, dan para petugas National Park Service meletakkan karangan bunga untuk mengenang korban yang tewas. Sekitar 2.400 orang meninggal hari itu, sebagian besar adalah anggota Angkatan Laut Amerika.

Upacara dimulai dengan ketika kapal perang USS Halsey membunyikan peluit untuk menandai dimulainya acara mengheningkan cipta pukul 07.55, waktu pesawat Jepang memulai serangan mereka tanggal 7 Desember 1941.

Jet-jet tempur F-22 memecah kesunyian ketika mereka terbang di udara dalam formasi.

"Bagi militer laki-laki dan perempuan Amerika, terutama yang berada di Jepang saat ini, ini adalah kesempatan untuk merenungkan pengorbanan mereka dulu," kata Jenderal Stephen Lanza, Komandan Korps Pertama Angkatan Darat yang berpusat di Pantai Barat Amerika.

Peringatan itu diselenggarakan di tengah latihan tahunan militer Amerika dengan Jepang, yang dulu pernah bermusuhan sengit tapi sekarang menjadi sekutu yang kuat. Dalam latihan yang disebut Yama Sakura, Amerika dan Jepang bekerja bersama melawan berbagai ancaman. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG