Tautan-tautan Akses

Menlu AS Pelajari Apakah Kekejaman ISIS termasuk Genosida


Menlu AS John Kerry memberikan kesaksian di depan para anggota DPR AS 24 Februari lalu (foto: dok).

Menlu AS John Kerry memberikan kesaksian di depan para anggota DPR AS 24 Februari lalu (foto: dok).

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Menlu John Kerry sedang mempelajari definisi hukum genosida dan akan segera memutuskan apakah kekejaman ISIS di Irak dan Suriah cocok dengan definisi itu.

Penggunaan istilah genosida oleh Amerika terhadap kelompok teroris ISIS akan memungkinkan tindakan tambahan Amerika atau internasional terhadap kelompok itu.

Pemerintah Obama mungkin merasakan tekanan lebih besar untuk menanggapi pembunuhan masal, pemenggalan, pemerkosaan dan kejahatan-kejahatan lain yang dilakukan militan ISIS, setelah DPR memutuskan dengan suara bulat untuk menyebut kekejaman itu sebagai genosida.

"Bukan hanya kekejaman gawat terjadi di Timur Tengah terhadap rakyat, umat Kristen, Yazidi dan minoritas agama lainnya yang berhak berada di tanah air mereka sendiri, tapi ini adalah ancaman terhadap peradaban itu sendiri," kata Jeff Fortenberry.

Ini adalah isu yang dikemukakan para anggota DPR kepada Menlu Kerry menjelang pemungutan suara itu.

Juru bicara Deplu AS, John Kirby mengatakan, "Seperti ditegaskan sendiri oleh Menlu Kerry dalam kesaksiannya, Deplu AS terus mengumpulkan dan mengevaluasi seluruh informasi yang tersedia mengenai kekejaman ini."

Para analis mengatakan Deplu AS bisa menanggapi kekejaman ISIS tanpa mengenakan label genosida dan memutuskan ada cukup bukti untuk menyelidiki apa yang sudah dilakukan kelompok itu dan akhirnya menuntut mereka.

Gregory Stanton, Presiden Genocide Watch mengatakan, "Tapi jika Departemen LN melakukan hal itu maka berdasarkan hukum, Amerika hanya bisa mengadili anggota-anggota ISIS yang datang ke Amerika."

Menurut Stanton, pilihan lainnya termasuk melimpahkan kasus itu kepada DK PBB atau bekerja sama dengan para sekutu untuk mendorong diadakannya penyelidikan oleh Mahkamah Kejahatan Internasional.

Para analis mengatakan penggunaan istilah genosida membawa konsekuensi yang lebih berat.

"Istilah itu menegaskan bukan hanya kepada para pemimpin politik tapi juga kepada rakyat Amerika bahwa ini adalah puncak dari segala kejahatan. Ini adalah yang terburuk. Tidak bisa lebih buruk dari genosida. Ini adalah Holocaust," ujar Stanton.

Ini juga akan menjadipenggunaan istilah genosida yang pertama sejak Menlu Colin Powell menetapkan adanya genosida tahun 2004 di kawasan Darfur, Sudan. [my/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG