Tautan-tautan Akses

AS

AS Pantau Pertemuan Politik Terbesar dalam 36 Tahun di Korea Utara


Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner.

Washington juga mengantisipasi rezim yang tertutup ini akan memanfaatkan peristiwa ini untuk meluncurkan sebuah uji misil atau nuklir.

Amerika Serikat memantau situasi di Semenanjung Korea dengan seksama, di saat Pyongyang merencanakan penyelenggaraan pertemuan politik terbesar dalam 36 tahun.

Korea Utara dijadwalkan melaksanakan Kongres Partai Pekerja ke-7 hari Jumat (6/5). Ini merupakan pertemuan tingkat tinggi dari wakil-wakil partai dan diperkirakan akan menyebabkan perombakan posisi beberapa pejabat papan atas.

Washington juga mengantisipasi rezim yang tertutup ini akan memanfaatkan peristiwa ini untuk meluncurkan sebuah uji misil atau nuklir.

“Kami akan terus mencari jalan untuk menambah tekanan pada mereka, dan pada saat bersamaan memastikan keamanan semenanjung dipertahankan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner hari Kamis.

Pyongyang melakukan beberapa uji misil balistik dalam bulan-bulan terakhir dan juga uji nuklir ke empat pada Januari. Kata Toner, Amerika akan menyambut baik setiap petunjuk penurunan eskalasi dari rezim Korea Utara.

Direktur Intelijen Nasional Amerika, James Clapper, tiba di Seoul sebelumnya minggu ini. Dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Min-koo, dan membahas isu-isu keamanan, menurut Kantor Berita Korea Selatan Yonhap. Kemungkinan uji nuklir lainnya dari Korea Utara juga dibahas. [jm]

XS
SM
MD
LG