Tautan-tautan Akses

AS, Pakistan Tandatangani Perjanjian Pasokan NATO


Utusan AS untuk Pakistan, Richard Hoagland (kiri) dan pejabat Kementerian Pertahanan Pakistan, Laksamana Farrukh Ahmad berjabat tangan usai menandatangani kesepakatan soal pasokan NATO, Selasa (31/7).

Utusan AS untuk Pakistan, Richard Hoagland (kiri) dan pejabat Kementerian Pertahanan Pakistan, Laksamana Farrukh Ahmad berjabat tangan usai menandatangani kesepakatan soal pasokan NATO, Selasa (31/7).

Para pejabat Amerika dan Pakistan menandatangani Nota Kesepahaman itu dalam suatu upacara di Rawalpindi hari Selasa (31/7).

Pakistan dan Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian yang mengatur gerakan konvoi perbekalan NATO melalui Pakistan dan menuju Afghanistan hingga akhir tahun 2015.

Perjanjian yang ditandatangani hari Selasa itu meresmikan pengaturan yang memungkinkan Amerika mengirim perbekalan untuk tentaranya yang bertempur dalam perang Afghanistan selama lebih dari satu dasawarsa. Perjanjian ini ditandatangani sementara pasukan tempur asing terus ditarik dari Afghanistan selama dua tahun mendatang.

Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman itu, Amerika akan mencairkan lebih dari 1 miliar dolar bantuan militernya untuk Pakistan yang semula dibekukan. Perjanjian itu melarang pengiriman senjata.

Sebelumnya, pada bulan ini, Pakistan membuka kembali dua pos perbatasannya dengan Afghanistan setelah menutupnya selama tujuh bulan. Islamabad menutup jalur logistik NATO setelah serangan udara koalisi yang dipimpin Amerika keliru menewaskan 24 tentara Pakistan di dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Para pejabat Amerika dan Pakistan menandatangani Nota Kesepahaman itu dalam suatu upacara di Rawalpindi hari Selasa (31/7).

Hari Rabu, kepala dinas rahasia Pakistan dijadwalkan bertemu sejawatnya di Washington. Kepala dinas intelijen Pakistan Letjen Zaheerul Islam diperkirakan melakukan pembicaraan yang membahas kerjasama kontraterorisme dan berbagi data intelijen dengan Direktur CIA David Petraeus.
XS
SM
MD
LG