Tautan-tautan Akses

AS, NATO Aktifkan Pangkalan Pertahanan Misil di Rumania


Sekjen NATO Jens Stoltenberg (tengah) memeriksa barisan pasukan kehormatan dalam upacara inagurasi stasiun anti-misil AS Aegis Ashore Romania di pangkalan militer Deveselu, Romania (12/5).

Sekjen NATO Jens Stoltenberg (tengah) memeriksa barisan pasukan kehormatan dalam upacara inagurasi stasiun anti-misil AS Aegis Ashore Romania di pangkalan militer Deveselu, Romania (12/5).

Pembangunan pangkalan di Deveselu dimulai pada Oktober 2013, setelah NATO memutuskan pada tahun 2010 untuk membuat perisai misil yang berlandaskan teknologi Amerika.

Amerika Serikat mengaktifkan pangkalan pertahanan misil bernilai 800 juta dolar di Rumania Selatan, Kamis (12/5). Ini merupakan langkah yang kemungkinan besar membuat berang Moskow.

“Amerika Serikat dan NATO telah menegaskan sisten ini tidak dirancang atau memiliki kemampuan untuk merongrong kemampuan penangkalan strategis Rusia,” kata asisten Menteri Luar Negeri Amerika Frank Rose dalam konferensi pers di Bukares, Rabu (11/5).

“Rusia telah berulang kali mengemukakan kekhawatiran bahwa pertahanan Amerika dan NATO ditujukan terhadap Rusia dan merupakan ancaman terhadap penangkal nuklir strategisnya. Ini tidak benar.”

Rose malah menyebut Iran sebagai ancaman.

“Iran terus membangun, menguji coba dan memiliki kemampuan misil balistik berskala penuh dan kemampuan tersebut meningkat dalam cakupan dan akurasinya,” ujarnya.

Laksamana Vladimir Komoyedov, ketua komite pertahanan di Duma Negara, mengatakan, sistem pertahanan misil itu menarget Rusia.

“Ini merupakan ancaman langsung terhadap kami,” ujar Komoyedov, mantan komandan Armada Rusia di Laut Hitam, kepada kantor berita Intefax.

“Mereka bergerak ke jalur penembakan. Ini bukan hanya 100 persen, ini 200, 300, seribu persen ditujukan terhadap kita. Ini bukan mengenai Iran, tetapi mengenai Rusia dengan kapabilitas nuklirnya,” lanjutnya.

Pembangunan pangkalan di Deveselu dimulai pada Oktober 2013, tiga tahun setelah NATO memutuskan untuk membuat perisai misil yang berlandaskan teknologi Amerika. Proyek itu, yang mencakup pembangunan pangkalan-pangkalan di Polandia serta Romania itu, diperkirakan akan tuntas pada tahun 2020.

NATO menegaskan peran perisai yang direncanakan itu “semata-mata bersifat defensif” untuk menanggapi ancaman eksternal. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG