Tautan-tautan Akses

AS

Amerika Tingkatkan Pembayaran Kerja Lembur


Presiden AS Barack Obama hari Rabu (18/5) memperluas pembayaran kerja lembur (foto: dok).

Presiden AS Barack Obama hari Rabu (18/5) memperluas pembayaran kerja lembur (foto: dok).

Presiden Amerika Barack Obama hari Rabu (18/5) memperluas pembayaran kerja lembur bagi 4,2 juta pegawai Amerika

Presiden Amerika Barack Obama hari Rabu (18/5) memperluas pembayaran kerja lembur bagi 4,2 juta pegawai Amerika, dalam usaha menaikkan upah karyawan yang sering bekerja - lebih dari delapan jam - tanpa mendapat- upah tambahan.

Perintahnya menaikkan dua kali - batas upah di mana perusahaan-perusahaan Amerika harus membayar uang lembur - pada karyawan yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu, dari $23.660 menjadi hampir $47.500 dolar.

Perintah Presiden Obama itu terutama - menunjang upah pegawai -restoran cepat saji dan toko-toko eceran , di mana - pegawai yang mengawasi pekerja lain yang sering disebut manajer, – meskipun gaji mereka hampir tidak melebihi gaji pegawai bawahan mereka.

"Kalau orang bekerja lebih dari 40 jam seminggu, maka mereka harus dibayar atas kelebihan jam kerja itu - atau - diberi waktu libur - tambahan untuk bersama keluarga dan orang yang dicintai," kata Presiden Obama. "Ini salah satu langkah paling penting yang kami ambil untuk membantu menaikkan penghasilan kelas menengah."

Gedung Putih memperkirakan bahwa keputusan presiden itu setiap tahun bisa memberikan tambahan 1, 2 milyar dolar setahun kepada para karyawan dalam sepuluh tahun - ke depan.

Tapi apakah itu benar-benar bisa terlaksana belum jelas.

Gedung Putih mengatakan bahwa berdasarkan peraturan lama, hanya 7 persen pekerja Amerika berhak dan memenuhi syarat untuk bekerja lembur, jumlah itu akan meningkat menjadi 35 persen kalau peraturan mengenai kerja lembur berlaku pada tanggal 1 Desember. [sp]

XS
SM
MD
LG