Tautan-tautan Akses

AS Mungkin Lancarkan Ofensif Dunia Maya terhadap ISIS


Menhan AS, Ashton Carter (kanan) mendapat penjelasan mengenai kemampuan unit dunia maya Garda Nasional Amerika di Washington DC, dalam kunjungan hari Jumat (4/3).

Menhan AS, Ashton Carter (kanan) mendapat penjelasan mengenai kemampuan unit dunia maya Garda Nasional Amerika di Washington DC, dalam kunjungan hari Jumat (4/3).

Menhan AS Ash Carter mengatakan bahwa unit dunia maya pasukan Amerika mungkin akan ikut melakukan perlawanan terhadap kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah

Unit dunia maya Garda Nasional Amerika mungkin akan ikut melakukan perlawanan terhadap kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah, demikian ujar Menteri Pertahanan Amerika Ashton Carter.

“Unit-unit seperti ini juga bisa ikut dalam operasi ofensif dunia maya, seperti yang telah saya tekankan akan kita lakukan dan benar-benar dipercepat di Irak dan Suriah, untuk memastikan upaya mengalahkan ISIS,” tegas Carter. Ditambahkannya, “Kita sedang mengupayakan cara-cara untukmempercepat hal itu dan usaga di dunia maya adalah salah satu di antaranya”.

Carter mengunjungi Unit Dunia Maya Garda Nasional Amerika di pangkalannya di negara bagian Washington, hari Jumat (4/3) lalu. Ia mengatakan skuadron tersebut saat inibelum terlibat dalam misi ofensif dunia maya. Tetapi ditegaskannya bahwa dalam kampanye berkelanjutan melawan kelompok ISIS, perlu “ditegaskan bahwa tidak ada satupun negara yang didirikan berdasarkan ideologi”.

Sebagai bagian dari upaya itu Carter mengatakan tidak akan mengesampingkan operasi dunia maya sebagai strategi ofensif untuk melumpuhkan jangkauan operasi internet kelompok militan itu. Sejak dibentuk pada akhir tahun 1990, unit dunia maya telah memusatkan perhatiannya pada upaya pertahanan keamanan dunia maya, demikian pernyataan pejabat-pejabat Garda Nasional kepada suratkabar the Seattle Times.

Unit Dunia Maya Garda Nasional Amerika terdiri dari 100 orang tentara paruh waktu yang sebagian besar memiliki pekerjaan di perusahaan-perusahaan industri teknologi seperti Microsoft dan Google.

“Menggunakan unit Garda Nasional untuk pekerjaan semacam ini masuk akal karena memperbolehkan militer menarik manfaat dari pakar-pakar dunia maya di sektor swasta,” ujar Carter.

"Ini membawa sektor teknologi tinggi kedalam misi melindungi negara secara langsung. Dan kami akan lebih banyak melakukan hal ini,” tambahnya.

Garda Nasional Amerika adalah pasukan militer cadangan yang terdiri dari unit militer setiap negara bagian, termasuk District of Columbia, dan wilayah-wilayah seperti Guam, Virgin Islands dan Puerto Rico. Mayoritas anggota Garda Nasional memiliki pekerjaan penuh sebagai warga sipil, yangsecara paruh waktubekerja sebagai anggota Garda Nasional. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG