Tautan-tautan Akses

AS Kritik Mubarak karena Belum Ambil Langkah ke Arah Dialog


Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs memberikan keterangan kepada para wartawan situasi di Mesir, Senin (1/31).
Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs memberikan keterangan kepada para wartawan situasi di Mesir, Senin (1/31).

Gedung Putih menyerukan perubahan yang mendasar di Mesir, namun tidak menyebut Presiden Hosni Mubarak harus mengundurkan diri.

Sementara para pemimpin dunia mengamati dengan seksama kerusuhan di Mesir, Amerika Serikat mencela tindakan Presiden Hosni Mubarak yang mengangkat pemerintah baru. Gedung Putih menyerukan kepada Mubarak, bahwa Mesir memerlukan perubahan yang mendasar.

Walaupun begitu, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs tidak menyebut bahwa Gedung Putih meminta Mubarak untuk mengundurkan diri. Gibbs mengatakan Washington menghendaki perundingan yang berarti di antara semua golongan di Mesir. Ia menyatakan lagi seruan pemerintahan Obama akan pemilu yang bebas dan adil di Mesir. Ia menambahkan bahwa AS tidak mau menentukan atau mendikte kapan atau bagaimana perubahan diadakan di Mesir.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika mendorong Mubarak melaksanakan seperangkat reformasi sebagai langkah pertama ke arah pemenuhan tuntutan demonstran yang menghendaki pengunduran dirinya. Reformasi yang dimaksud mencakup pencabutan undang-undang keadaan darurat, mengizinkan LSM beroperasi dan pembebasan tahanan politik.

Washington telah mengirim utusan khusus, mantan Duta Besar untuk Mesir Frank Wisner, untuk menjelaskan pentingnya reformasi demokrasi kepada para pejabat Mesir.

Amerika telah lama mendukung Mubarak sebagai sahabat Israel dan kekuatan melawan Islam radikal. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan, Senin, akan bahaya teokrasi ala-Iran yang dapat bangkit dari kekacauan politik Mesir.

XS
SM
MD
LG