Tautan-tautan Akses

AS, Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Tahunan


Seorang anggota pasukan tentara angkatan darat AS tengah berbicara dengan rekan-rekan tentaranya dalam latihan militer tahunan bersama di Yeoncheon, Korea Selatan, dekat perbatasa dengan Korea Utara (Foto: dok).

Seorang anggota pasukan tentara angkatan darat AS tengah berbicara dengan rekan-rekan tentaranya dalam latihan militer tahunan bersama di Yeoncheon, Korea Selatan, dekat perbatasa dengan Korea Utara (Foto: dok).

Sebanyak 80.000 pasukan AS dan Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan militer bersama Ulchi Freedom hari Senin (17/8).

Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan militer tahunan gabungan hari Senin (17/8), meskipun mendapat ancaman dari Korea Utara.

Sebanyak 80.000 pasukan AS dan Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan "Ulchi Freedom", yang mensimulasikan respon terhadap invasi militer Korea Utara dengan menggunakan program komputer.

Latihan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung setelah dua tentara Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau darat saat mereka berpatroli di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua negara yang bermusuhan tersebut.

Seoul menuduh Pyongyang menanam ranjau darat tersebut. Korea Selatan kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara di dekat perbatasan kedua negara yang tegang 'untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade', Sabtu (15/8).

Demokrasi Gaya Seoul

Siaran Korea Selatan tersebut bertujuan untuk menekankan bahwa ledakan ranjau darat itu merupakan provokasi yang dilakukan oleh Korea Utara, dan menyampaikan pesan tentang keunggulan demokrasi gaya Seoul, kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Para pemrotes Korea Selatan meneriakkan slogan dalam pawai yang menuntut dihentikannya latihan gabungan militer "Ulchi Freedom Guardian (UFG)", antara AS dan Korea Selatan di Kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan (17/8)

Para pemrotes Korea Selatan meneriakkan slogan dalam pawai yang menuntut dihentikannya latihan gabungan militer "Ulchi Freedom Guardian (UFG)", antara AS dan Korea Selatan di Kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan (17/8)

Korea Utara telah menolak tuduhan Korea Selatan. Pyongyang juga mengatakan bahwa siaran dan latihan militer Korea Selatan merupakan pernyataan perang dan berjanji untuk membalas dengan "tindakan militer terkuat" sebagai tanggapan atas tindakan Korea Selatan tersebut.

Pada hari Senin, Korea Utara juga memulai siaran dengan menggunakan pengeras suara di bagian timur perbatasan, demikian keterangan seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang tidak mau disebutkan namanya.

Pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut. Tapi badan penyiaran publik Korea Selatan KBS, mengutip seorang pejabat militer tak dikenal, melaporkan bahwa siaran Korea Utara terutama untuk menghujat Korea Selatan dan memuji sistem politik Korea Utara.

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, Senin menyerukan kesiapan militer yang kuat di Semenanjung Korea.

"Namun, Korea Utara mendistorsi dan mengecam esensi dari latihan Ulchi setiap tahun, (dan terus) melanjutkan ancaman-ancaman militer mereka," kata Park.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memberikan sambutan dalam sebuah upacara di Seong Cultural Center, Seoul, Korea Selatan (15/8).

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memberikan sambutan dalam sebuah upacara di Seong Cultural Center, Seoul, Korea Selatan (15/8).

"Selama Korea Utara terus melancarkan sikap bermusuhan dan ancaman provokatif, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk untuk menghadapi Korea Utara. Latihan (militer) "Ulchi" merupakan kesempatan besar untuk memeriksa (sejauh mana) kesiapan kami untuk mengamankan rakyat Korea Selatan dan meningkatkan keamanan nasional," kata Park.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG