Tautan-tautan Akses

AS Kenakan Sanksi Terhadap 3 Pejabat Tinggi Suriah


Para demonstran di kota Qamishli, Suriah menyobek gambar Bashar Assad, dan gambar ayahnya, almarhum Hafez Assad (29/4).

Para demonstran di kota Qamishli, Suriah menyobek gambar Bashar Assad, dan gambar ayahnya, almarhum Hafez Assad (29/4).

Gedung Putih juga menyerukan tanggapan internasional yang kuat bagi tindakan biadab Suriah terhadap para demonstran anti pemerintah.

Amerika Serikat mengenakan sanksi baru terhadap 3 orang pejabat tinggi badan intelijen Suriah dan Korps Pengawal Revolusioner Iran atas peran mereka dalam penindakan Suriah terhadap para demonstran anti-pemerintah.

Presiden Amerika Barack Obama mengeluarkan instruksi presiden yang mengenakan sanksi itu hari Jumat. Sanksi itu mengharuskan pembekuan setiap harta ke-5 sasaran yang mungkin dimiliki di Amerika Serikat, dan menyatakan ilegal bagi warga Amerika untuk melakukan kegiatan usaha dengan mereka.

Gedung Putih juga menyerukan tanggapan internasional yang kuat bagi tindakan biadab Suriah terhadap rakyatnya.

Namun, dampak praktis dari sanksi itu mungkin sebagian besar simbolis, yakni pernyataan bahwa Amerika Serikat menentang penindakan oleh pemerintahan presiden Suriah Bashar al-Assad yang telah mengakibatkan tewasnya ratusan demonstran. Tidak ada dari sasaran sanksi itu diyakini mempunyai harta yang besar di lembaga-lembaga Amerika Serikat.

Ketiga pejabat Suriah yang disebut namanya dalam sanksi itu, antara lain, dua saudara Presiden Assad. Seorang di antaranya adalah saudaranya Mahir al-Assad, seorang komandan brigade dalam Divisi Lapis Baja ke-4. Seorang lagi adalah sepupu presiden, Atif Najib, mantan pimpinan Direktorat Keamanan Politik untuk Daraa, pusat gerakan protes menentang pemerintah.

XS
SM
MD
LG