Tautan-tautan Akses

AS Kenakan Sanksi atas Otak Serangan di Paris dan Brussels


Warga Perancis mengenang serangan teror di cafe Carillon, Paris pada November 2015 (foto: ilustrasi).

Warga Perancis mengenang serangan teror di cafe Carillon, Paris pada November 2015 (foto: ilustrasi).

Pemerintah AS menarget seorang seorang tokoh kelompok teror ISIS yang diduga memainkan peran penting dalam melancarkan serangan-serangan teror di Paris dan Brussels.

Departemen Luar Negeri Amerika hari Selasa (22/11) menjatuhkan sanksi kepada Abdelilah Himich, seorang warga Perancis kelahiran Moroko yang diduga berbasis di luar Suriah.

Himich, yang juga dikenal sebagai Abu Sulayman al-Firansi mendirikan batalion Tariq Ibn Ziyad, sebuah sel yang terdiri dari 300 pejuang asing Eropa yang aktif di Irak dan Suriah serta tempat-tempat lainnya.

Departemen LN Amerika juga mengidentifikasi Himich sebagai seorang tokoh penting dalam serangan teror bulan November 2015 di Paris yang menewaskan 130 orang, serta serangan bom bulan Maret 2016 di Brussels yang menewaskan 32 orang.

Bulan Oktober lalu, seorang pejabat kontra-terorisme Amerika mengatakan kepada harian ProPublica bahwa Himich berperang penting dalam serangan-serangan itu.

“Kami yakin ia salah seorang dari petinggi yang terlibat dalam serangan di Paris dan Brussels,” kata pejabat itu. “Ia terlibat dalam menciptakan infrastruktur itu,” imbuhnya.

Beberapa pembelot ISIS juga mengidentifikasi Himich sebagai pemimpin operasi ISIS di Eropa.

Menurut Proyek Melawan Ekstremisme, Himich bergabung dengan Legiun Asing Perancis tahun 2004 dan berperang di Afghanistan sebelum melakukan desersi dua tahun kemudian.

Departemen LN juga menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat ISIS lain hari Selasa, Abdullah Ahmed al-Meshedani dan Basil Hassan.

Meshedani adalah penasihat senior pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Ia juga bertanggung jawab menangani para pejuang asing yang berhasil mencapai Suriah dan Irak, dan mengangkut para pengebom bunuh diri.

Hassan, seorang perencana operasi ISIS, pernah ditahan Turki tapi dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan untuk membebaskan 49 sandera. Ia juga dituduh terlibat dalam penembakan pengarang dan wartawan Denmark, Lars Hedegaard.

Pejabat Amerika menyebut sanksi-sanksi itu sebagai alat penting dalam melawan ISIS karena menutup akses anggota ISIS pada sistem keuangan Amerika. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG