Tautan-tautan Akses

AS Kecam Kudeta Militer di Thailand


Militer Thailand disiagakan di Bangkok, pasca kudeta hari Kamis (22/5).

Militer Thailand disiagakan di Bangkok, pasca kudeta hari Kamis (22/5).

Pemerintah AS hari Kamis (22/5) mengatakan kudeta militer di Thailand tidak bisa dibenarkan dan akan mengkaji hubungan dengan Bangkok.

Amerika hari Kamis (22/5) mengatakan kudeta militer di Thailand tidak bisa dibenarkan dan akan mengkaji hubungan militer dan program-program bantuan lain dengan sekutunya di Asia itu.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan kudeta hari Kamis itu akan “berdampak negatif” bagi hubungan Amerika-Thailand, tetapi ia tidak segera mengumumkan sanksi. Departemen Luar Negeri Amerika juga mengatakan sedang mengkaji bantuan jutaan dollar bagi Thailand.

Kudeta itu adalah respon terhadap gelombang demonstrasi berbulan-bulan yang kadang bercampur kekerasan, tetapi langsung dikecam dunia. Uni Eropa mengatakan terus memantau perkembangan di Thailand secara prihatin dan menghimbau pemilu yang kredibel dan inklusif secepatnya. Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mengimbau agar Thailand segera memulihkan kekuasaan demokratis.

Thailand adalah sekutu terlama dan mitra militer dekat Amerika di Asia. Tetapi, setelah kudeta sebelumnya tahun 2006, Amerika membekukan bantuan militer selama satu setengah tahun hingga demokrasi pulih.

Menurut hukum Amerika, sanksi akan diberlakukan jika negara penerima bantuan militer Amerika dinilai telah mengalami kudeta. Pemerintahan Presiden Barack Obama tidak menerapkan itu ketika kudeta militer terjadi di Mesir – negara dengan kepentingan strategis bagi Amerika di Timur Tengah.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG