Tautan-tautan Akses

AS

AS Kecam Ancaman Serangan oleh Korea Utara


Juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little mendesak Pyongyang berhenti melakukan retorika ancaman serangan (foto: dok).

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little mendesak Pyongyang berhenti melakukan retorika ancaman serangan (foto: dok).

Amerika mengatakan pihaknya prihatin mengenai peringatan terbaru Korea Utara bahwa mereka bisa menyerang sasaran-sasaran di Guam, Hawaii dan daratan Amerika.

Jurubicara Pentagon George Little mengatakan Korea Utara harus berhenti “mengancam perdamaian”, dan bahwa retorika semacam itu tidak ada manfaatnya.

George Little mengatakan, “Retorika dan ancaman Korea Utara sama seperti pola-pola lama untuk memicu ketegangan dan mengintimidasi pihak lain. Ini tidak ada manfaatnya dan hanya akan semakin mengucilkan Korea Utara, serta memperlemah upaya internasional dalam menjamin perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut.”

Selain ancaman serangan roket terhadap Amerika, Korea Utara mengatakan “semua tentara artileri termasuk satuan-satuan roket strategis dan satuan-satuan artileri jarak jauh” telah ditempatkan dalam “posisi siap tempur.”

Ini adalah yang terbaru dalam serangkaian ancaman oleh Korea Utara terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya di Asia. Roket-roket Korea Utara diyakini tidak memiliki kemampuan menyerang daratan Amerika.

Korea Selatan mengatakan para pejabat pertahanan yang memantau situasi itu belum melihat aktivitas militer apapun yang mencurigakan di Korea Utara.

Pernyataan terbaru Korea Utara ini diungkapkan tidak lama setelah Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengingatkan Pyongyang agar menghentikan aktivitas senjata nuklirnya dan berhenti melakukan provokasi. Ia mengatakan ini adalah satu-satunya cara Korea Utara bisa bertahan.
XS
SM
MD
LG