Tautan-tautan Akses

AS-Jepang Tingkatkan Kerjasama Pemantauan Militer

  • Daniel Schearf

PM Jepang Shinzo Abe (tengah) tertawa setelah pertemuan dengan Menhan AS Chuck Hagel (kiri) dan Menlu AS John Kerry serta Menhan dan Menlu Jepang di Tokyo (3/10).

PM Jepang Shinzo Abe (tengah) tertawa setelah pertemuan dengan Menhan AS Chuck Hagel (kiri) dan Menlu AS John Kerry serta Menhan dan Menlu Jepang di Tokyo (3/10).

Amerika dan Jepang sepakat meningkatkan pemantauan militer di tengah-tengah ketegangan teritorial dengan China dan ancaman nuklir dan misil dari Korea Utara.

Setelah pembicaraan mengenai keamanan di Tokyo, pejabat Pertahanan Amerika juga menyambut baik Jepang memainkan peran yang lebih besar dalam pertahanan nasionalnya sendiri.

Untuk pertama kalinya Pentagon akan melakukan rotasi pesawat pengintai ke Jepang dan menggelar pesawat patroli maritim P-8-nya.

Kedua menteri pertahanan Amerika dan Jepang juga sepakat menempatkan radar penangkal misil yang ke dua di Jepang.

Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel memaparkan tujuan sistem peringatan dini itu. Ia menjelaskan, "Radar tambahan ini akan meningkatkan kemampuan kita membela Amerika dan Jepang dari misil balistik Korea Utara dan radar ini meningkatkan kemampuan aliansi yang penting pada abad 21."

Meskipun radar misil itu diarahkan ke Korea Utara, peralatan pemantau canggih itu tampaknya ditujukan kepada China.

China telah mengirim patroli berkala dekat kepulauan Senkaku yang secara administratif di kelola Jepang dan di klaim China dengan sebutan Diaoyu.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Komite Konsultatif Keamanan Amerika dan Jepang mendesak China agar mematuhi hukum internasional.

Hagel menegaskan kembali kepulauan Senkaku berada di bawah kewajiban perjanjian pertahanan Amerika-Jepang.

"Kita menentang keras tindakan sepihak yang mengabaikan kekuasaan administratif Jepang," tegas Hagel.

Pernyataan bersama itu juga memaparkan proyek gabungan Amerika dan Jepang dalam pertahanan internet, pembagian informasi intelijen dan kerjasama antariksa.

Kedua pihak juga sepakat untuk merevisi aliansi pertahanan Amerika-Jepang untuk memberi Jepang peran yang lebih besar dalam melindungi kedaulatannya.

Perdana Menteri Shinzo Abe ingin merevisi bagian-bagian wilayah Pasifik Jepang, meningkatkan keprihatinan dari negara-negara tetangganya.

Tapi Amerika menyambut baik peran Jepang yang lebih besar, dengan mengatakan tujuannya adalah aliansi yang lebih seimbang dan efektif antara kedua militer sebagai partner penuh.

Amerika dan Jepang juga menegaskan kembali rencana memindahkan 9000 tentaranya dari pangkalan militer di Okinawa.

Separuh lebih tentara itu akan menuju wilayah Guam, wilayah Amerika di Pasifik dalam dekade mendatang dimana Jepang setuju untuk membayar biayanya sampai tiga milyar dolar.
XS
SM
MD
LG