Tautan-tautan Akses

AS

AS Izinkan Penumpang Bawa Pisau ke Pesawat


Aturan penerbangan yang ketat menyusul serangan 11 September 2001 berangsur-angsur melonggar. (Foto: Dok).

Aturan penerbangan yang ketat menyusul serangan 11 September 2001 berangsur-angsur melonggar. (Foto: Dok).

Pihak berwenang di AS mengizinkan penumpang membawa pisau kecil dan peralatan olahraga ke dalam pesawat.

Otoritas keamanan transportasi di Amerika Serikat, TSA, mengizinkan penumpang maskapai penerbangan membawa pisau kecil dan peralatan olahraga yang tadinya dilarang ke dalam pesawat.

Kebijakan yang diumumkan Selasa (5/3), dan berlaku mulai 25 April itu, mengikuti standar-standar internasional dan memungkinkan TSA memfokuskan energinya pada ancaman-ancaman keamanan yang lebih serius, ujar lembaga tersebut.

Pengumuman yang dibuat oleh kepala TSA John Pistole dalam pertemuan industri penerbangan di New York itu mengundang reaksi dari serikat-serikat yang mewakili pramugari dan pekerja penerbangan, yang mengatakan bahwa benda-benda tersebut masih berbahaya di tangan orang yang salah.

Kebijakan baru tersebut mengizinkan penumpang membawa pisau lipat dengan panjang maksimal 6 centimeter dan lebar 1,3 centimeter. Dengan demikian penumpang dapat membawa pembuka botol dan pisau lain dengan dimensi yang sama.

Para penumpang juga diperkenankan membawa pemukul bisbol dengan panjang kurang dari 60 centimeter, pemukul plastik mainan, tongkat biliar, tongkat ski, stik hoki, stik lakros dan tongkat golf, menurut TSA.

Beberapa penumpang tidak begitu peduli dengan peraturan tersebut, namun sebagian besar mengatakan bahwa kebijakan baru tersebut masuk akal.

“Logika saja. Anda dapat menjadikan banyak barang menjadi pisau. Kartu kredit saja dapat diasah supaya menjadi tajam,” ujar Pat O’Brien, seorang penumpang di bandar udara internasional Los Angeles.

Konsultan keamanan penerbangan John L. Sullivan sepakat dengan O’Brien, dengan mengatakan bahwa pulpen atau sikat gigi pun biasa diasah untuk dijadikan senjata oleh para narapidana di penjara.

“Banyak hal yang dapat digunakan di pesawat terbang jika berniat melukai. Keamanan tidak pernah bisa 100 persen,” ujar Sullivan, salah satu pendiri Welsh-Sullivan Group di Dallas.

Pisau kotak, pisau cukur dan pisau yang tak dapat dilipat dan memiliki pegangan masih dilarang.

Atlet hoki Dean Rhymer dari Junior Los Angeles Kings memuji peraturan baru tersebut karena lebih mudah membawa tongkat hokinya ke kabin.

Sedangkan menurut Sullivan, ia lebih khawatir dengan peralatan olahraga dibanding pisau kecil karena benda-benda itu memakan tempat.

Standar keamanan yang diadopsi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, sebuah lembaga PBB, sudah menyarankan agar penumpang diperbolehkan membawa benda-benda tersebut. Standar-standar itu tidak mengikat, namun banyak negara mengikutinya.

Aturan penerbangan yang ketat menyusul serangan 11 September 2001 berangsur-angsur melonggar.

Pada 2005, TSA mengubah kebijakan untuk mengizinkan penumpang membawa gunting kecil, jarum rajut, pinset, gunting kuku dan empat kotak korek api. Langkah tersebut dibuat supaya lembaga itu dapat fokus mengamankan pesawat dari bahan peledak, karena para pejabat intelijen yakin itu adalah ancaman terbesar untuk penerbangan komersial.

Pada September 2011, TSA tidak lagi meminta anak-anak berumur 12 tahun ke bawah untuk mencopot sepatunya pada pemeriksaan di bandar udara. Lembaga itu baru-baru ini mengeluarkan panduan baru untuk penumpang berusia 75 tahun ke atas sehingga mereka tidak usah melepas sepatu dan jaket tipis ketika melewati pos keamanan bandar udara. (AP/Raquel Maria Dillon)
XS
SM
MD
LG