Tautan-tautan Akses

AS, Inggris, Perancis Tetap Dukung Misi NATO di Libya


Pemimpin koalisi NATO akan meneruskan serangan militernya di Libya sampai Mioammar Gaddafi turun dari kekuasaan.

Pemimpin koalisi NATO akan meneruskan serangan militernya di Libya sampai Mioammar Gaddafi turun dari kekuasaan.

PM Inggris David Cameron, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Presiden AS Barack Obama membuat pernyataan bersama soal misi NATO di Libya.

Para pemimpin Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat mengatakan koalisi NATO akan meneruskan serangan militernya di Libya sampai Mioammar Gaddafi turun dari kekuasaan. Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Presiden Amerika Barack Obama mengatakan membiarkan Gaddafi tetap berkuasa adalah penghianatan yang tidak berperikemanusiaan terhadap rakyat Libya.

Dalam pernyataan bersama yang dimuat dalam beberapa suratkabar internasional, para pemimpin itu menulis, bahwa: “Tidak terbayangkan kalau orang yang telah berusaha membantai rakyatnya sendiri dapat memainkan peran dalam pemerintah masa depan mereka."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menyatakan Amerika akan melanjutkan dukungan terhadap misi NATO di Libya hingga misi itu tuntas. Sewaktu berbicara kepada para menteri luar negeri NATO di Berlin, hari Kamis, Clinton mengatakan penting sekali bagi koalisi untuk tetap bersatu sementara pemimpin Libya Moammar Gaddafi menguji keteguhan NATO.

Para anggota NATO berbeda pendapat mengenai apakah akan meningkatkan pemboman terhadap pasukan yang setia kepada Kolonel Gaddafi. Inggris dan Perancis telah minta sekutu agar memberikan sumbangan lebih besar pada operasi militer, sedangkan Amerika berupaya membatasi perannya dalam operasi tersebut.

Pertemuan internasional lainnya mengenai Libya berlangsung di markas besar Liga Arab di Cairo. Sekjen PBB Ban Ki-moon dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton menghadiri pertemuan itu, selain wakil-wakil dari Uni Afrika dan Organisasi Konferensi Islam.

Sementara itu, seorang puteri Gaddafi membela ayahnya hari Jumat, dengan berdemonstrasi bersama ratusan pendukung yang berkumpul di kompleks Gaddafi di Tripoli yang dibom Amerika tahun 1986.

Aisha Gaddafi mengatakan kepada massa bahwa peletakan jabatan ayahnya adalah penghinaan terhadap semua warga Libya.

XS
SM
MD
LG