Tautan-tautan Akses

Amerika, Filipina Umumkan Patroli Bersama di Laut China Selatan


Sebuah helikopter MH-60S Sea Hawk bersiap melakukan pendaratan di atas deck kapal induk USS Harry S. Truman, April 6, 2016. (Foto: U.S. Navy/dok)

Sebuah helikopter MH-60S Sea Hawk bersiap melakukan pendaratan di atas deck kapal induk USS Harry S. Truman, April 6, 2016. (Foto: U.S. Navy/dok)

Pengumuman itu disampaikan sementara China terus bertindak agresif di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Militer Amerika telah melakukan patroli bersama di Laut China Selatan dengan Filipina dan meningkatkan kehadirannya di negara kepulauan itu dengan rotasi pasukan dan peralatan. Demikian dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter hari Kamis (14/4).

Berbicara dalam konferensi pers di Manila bersama Menteri Pertahanan Filipina, Carter mengatakan patroli pertama di Laut China Selatan itu dilakukan pada bulan Maret dan yang kedua selesai pada awal April.

Filipina kini menjadi negara kedua setelah Jepang yang pasukannya telah melakukan patroli bersama pasukan Amerika di laut yang disengketakan itu, menurut seorang pejabat pertahanan Amerika.

Pengumuman itu disampaikan sementara China terus bertindak agresif di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan itu.

China telah menciptakan sekitar 1.200 hektar pulau buatan di atas terumbu karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan, yakni sekelompok pulau, terumbu karang dan pulau karang dekat Filipina yang diklaim oleh Beijing, Manila dan beberapa negara lainnya. [lt]

XS
SM
MD
LG