Tautan-tautan Akses

AS, Filipina Sepakati 5 Lokasi dalam Pakta Pertahanan


Kapal induk AS USS Theodore Roosevelt melakukan patroli di Laut China selatan, 29 Oktober 2015 (foto: dok). AS dan Filipina mencapai kesepakatan pertahanan "EDCA".

Kapal induk AS USS Theodore Roosevelt melakukan patroli di Laut China selatan, 29 Oktober 2015 (foto: dok). AS dan Filipina mencapai kesepakatan pertahanan "EDCA".

Kedua negara hari Jumat (18/3) di Washington menyepakati 5 lokasi di Filipina di mana pasukan Amerika bisa beroperasi di bawah Kerjasama Pertahanan "EDCA".

Amerika dan Filipina menyetujui akses bagi militer Amerika di lima lokasi berdasar kesepakatan keamanan 10 tahun yang ditandatangani di tengah meningkatnya ketegangan dengan China atas sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Kedua negara sudah membahas di lokasi mana saja di Filipina pasukan Amerika bisa beroperasi di bawah perjanjian yang disebut "Kesepakatan Peningkatan Kerjasama Pertahanan (EDCA).

Berdasar kesepakatan yang dicapai hari Jumat (18/3) di Washington, lima lokasi yang disetujui adalah pangkalan udara Antonio Bautista, pangkalan udara Basa, Fort Magsaysay, pangkalan udara Lumbia, dan pangkalan udara Mactan-Benito Ebuen.

Perjanjian bilateral EDCA ditandatangani tahun 2014, tetapi menghadapi tantangan hukum dari kelompok yang menentang kehadiran militer Amerika di Filipina.

Januari lalu, Mahkamah Agung Filipina memutuskan bahwa perjanjian pertahanan bilateral itu sesuai konstitusi Filipina, yang dilihat sebagai dorongan bagi upaya Amerika menegaskan kehadirannya di Asia.

Perjanjian bagi kehadiran militer Amerika di lima pangkalan Filipina itu dicapai ditengah ketegangan antara Filipina dan China di Laut China Selatan yang diklaim kedua negara.

Dialog Strategis Amerika-Filipina itu dipimpin Asisten Menteri Luar Negeri Daniel Russel dan Wakil Asisten Menteri Pertahanan Amy Searight, sedangkan pemerintah Filipina diwakili Dirjen Urusan Luar Negeri Evan Garcia dan Dirjen Kebijakan Pertahanan Pio Lorenzo Batino. [ka/al]

XS
SM
MD
LG