Tautan-tautan Akses

AS, Eropa Ungkapkan Keprihatinan atas Situasi di Ukraina


Bentrokan antara demonstran Ukraian dengan polisi anti huru-hara dekat istana Presiden di ibukota Kiev (1/12). Uni Eropa mengecam tindak kekerasan oleh polisi terhadap demonstran.

Bentrokan antara demonstran Ukraian dengan polisi anti huru-hara dekat istana Presiden di ibukota Kiev (1/12). Uni Eropa mengecam tindak kekerasan oleh polisi terhadap demonstran.

Uni Eropa dan Amerika hari Selasa (3/12) mengungkapkan keprihatinan tentang situasi di Ukraina terkait penumpasan demonstran anti pemerintah oleh polisi anti huru-hara.

Sementara ribuan demonstran di Ukraina terus memprotes Presiden Viktor Yanukovych dan keputusannya untuk tidak mempererat hubungan dengan Uni Eropa, negara-negara lainnya mengungkapkan keprihatinan tentang situasi di sana, terutama penumpasan demonstran oleh polisi.

Para menteri luar negeri NATO yang bertemu di Brussels hari Selasa (3/12) mengeluarkan pernyataan yang mengutuk “penggunaan kekerasan berlebihan” terhadap para demonstran.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan adalah penting untuk menghormati hak rakyat Ukraina untuk berdemonstrasi damai.

Perdana Menteri Ukraina Mykola Azarov mengatakan Ukraina ingin semakin berintegrasi dengan Uni Eropa, tetapi tidak mau kehilangan perdagangan dengan Rusia – investor dan mitra dagang asing terbesar di Ukraina yang menentang hubungan lebih erat Ukraina-Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dalam jumpa pers NATO di Brussels hari Selasa mengatakan Presiden Yanukovych “jelas telah membuat keputusan pribadi” yang tidak disetujui rakyat Ukraina.

Oposisi Ukraina hari Selasa gagal menjatuhkan pemerintah lewat mosi tidak percaya di parlemen. Mosi itu mendapat dukungan 186 anggota parlemen, umumnya dari oposisi, kurang 40 dari mayoritas yang diperlukan untuk lolos.
XS
SM
MD
LG