Tautan-tautan Akses

AS, Eropa Serukan Gencatan Senjata Tanpa Syarat di Libya


Pasukan Libya beristirahat dalam pertempuran melawan milisi di sebelah barat Tripoli (foto: dok). Kekerasan kembali pecah di Tripoli, Senin (13/4).

Pasukan Libya beristirahat dalam pertempuran melawan milisi di sebelah barat Tripoli (foto: dok). Kekerasan kembali pecah di Tripoli, Senin (13/4).

AS dan negara-negara kuat Eropa Senin (13/4) mendesak faksi-faksi yang bersaing di Libya agar memberlakukan gencatan senjata "tanpa syarat".

Amerika Serikat dan negara-negara kuat Eropa mendesak faksi-faksi yang bersaing di Libya agar memberlakukan gencatan senjata "tanpa syarat" sesementara pembicaraan yang bertujuan untuk menciptakan pemerintah persatuan dimulai di Aljazair.

Tapi kekerasan yang telah melanda Libya sejak penggulingan Moammar Gaddafi pada tahun 2011 pecah lagi hari Senin (13/4), dengan ledakan bom di luar kedutaan Maroko di Tripoli.

Tidak ada korban jiwa, namun beberapa mobil mengalami kerusakan. Pemboman itu terjadi beberapa jam setelah orang-orang bersenjata menembaki kompleks kedutaan Korea Selatan, menewaskan dua penjaga Libya dan melukai orang ketiga.

Militan Negara Islam mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan itu.

Dalam pernyataan-bersama hari Minggu, menteri luar negeri Amerika John Kerry dan menteri luar negeri Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol menyerukan pengakhiran segera serangan udara dan pertempuran darat di Libya, di mana pemerintah-pemerintah tandingan bertempur untuk merebut kekuasaan. Mereka juga mengancam sanksi terhadap pihak-pihak yang merongrong perdamaian dan keamanan negara itu.

Mereka menyambut baik pembicaraan hari Senin di Aljazair dan pertemuan yang dipimpin PBB hari Rabu di Maroko.

XS
SM
MD
LG