Tautan-tautan Akses

AS, Eropa, PBB Sambut Berita Kematian Gaddafi dengan Lega


President Obama saat berjalan menuju Rose Garden di Gedung Putih, Kamis (20/10) untuk menyampaikan pernyataannya mengenai berita tewasnya Moammar Gaddafi.

President Obama saat berjalan menuju Rose Garden di Gedung Putih, Kamis (20/10) untuk menyampaikan pernyataannya mengenai berita tewasnya Moammar Gaddafi.

Presiden Obama, para pemimpin Eropa dan Sekjen PBB sepakat bahwa kematian Moammar Gaddafi menjadi penanda era baru bagi Libya.

Presiden AS Barack Obama mengatakan kematian mantan pemimpin Libya Moammar Gaddafi membuktikan secara pasti bahwa rezim empat dekade Gaddafi telah berakhir.

Obama berbicara hari Kamis (20/10) waktu setempat di Gedung Putih. Ia mengatakan bahwa tahun lalu gagasan tentang Libya yang merdeka tampaknya mustahil, dan kini ia mengucapkan selamat kepada rakyat Libya yang telah menuntut hak-hak mereka.

Obama mengatakan rakyat Libya kini memiliki tanggung jawab besar untuk membangun sebuah negara yang "inklusif, toleran, demokratis." Ia meminta Libya untuk terus bekerjasama dengan komunitas internasional untuk mengamankan bahan-bahan materi berbahaya dan menghormati hak-hak sesama warga negara Libya.

Presiden Obama memperingatkan bahwa jalan menuju demokrasi penuh akan "panjang dan berliku" dan bahwa akan ada hari-hari sulit di depan. Namun, ia menambahkan bahwa AS berkomitmen bagi rakyat Libya.

Senator AS dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik, John McCain, mengeluarkan pernyataan Kamis, mengatakan kematian Gaddafi sebagai tanda "berakhirnya fase pertama revolusi Libya." Ia menyerukan kepada AS, sekutu Eropa dan mitra Arab untuk memperkuat dukungan mereka bagi rakyat Libya.

Di PBB, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon mengatakan kematian Gaddafi "menandai transisi bersejarah bagi Libya." Ban juga meminta semua pejuang di Libya untuk kini meletakkan senjata mereka, memperingatkan Libya bahwa masa depan hanya dapat terwujud dengan "persatuan nasional dan rekonsiliasi."

Negara-negara Eropa juga menyambut baik tewasnya Gaddafi.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (kiri) dan Kanselir Jerman Angela Merkel (foto:dok) menyambut baik kabar tewasnya mantan pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (kiri) dan Kanselir Jerman Angela Merkel (foto:dok) menyambut baik kabar tewasnya mantan pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kematian Gaddafi adalah langkah maju menuju Libya yang demokratis. Merkel juga mengatakan Jerman "lega dan sangat senang."

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi bereaksi terhadap laporan kematian Gaddafi dengan mengatakan bahwa sekarang, "perang telah berakhir."

Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka mengatakan bahwa kematian mantan pemimpin Libya "menandai akhir era kezaliman dan penindasan."

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton menyebut jatuhnya Sirte dan kematian Gaddafi sebagai akhir sebuah era, dan mengatakan hal tersebut menjadi "penutupan bagi periode tragis dalam kehidupan rakyat Libya."

Kembali di Washington, mantan Utusan AS Marc Ginsberg mengatakan ini adalah "waktu penyembuhan sesungguhnya" bagi Libya. Ginsberg menyebut penangkapan Gaddafi di Sirte sebagai sebuah "kemenangan" NTC yang sangat penting artinya untuk mendorong rakyat Libya agar percaya abhwa para pemimpin interim mereka adalah "otoritas pemerintahan yang koheren."

XS
SM
MD
LG