Tautan-tautan Akses

AS, Eropa Kecam Aneksasi Rusia atas Krimea


Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan, sanksi-sanksi terhadap Rusia “tidak bisa diterima” dan bukannya tanpa konsekuensi (foto: dok).

Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan, sanksi-sanksi terhadap Rusia “tidak bisa diterima” dan bukannya tanpa konsekuensi (foto: dok).

PM Polandia Donald Tusk mengatakan sengketa mengenai Krimea merupakan masalah keamanan bagi seluruh kawasan itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memberitahu Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry bahwa sanksi-sanksi terhadap Rusia atas aneksasi Krimea “tidak bisa diterima” dan “bukannya tidak akan tanpa konsekuensi ”.

Lavrov dan Kerry berbicara lewat telepon hari Selasa (18/3) beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah perjanjian yang menetapkan semenanjung Krimea di Ukraina adalah bagian wilayah Rusia, meskipun bertentangan dengan kehendak Kyiv dan pihak Barat.

Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika, Joe Biden yang berada di Polandia sebagai bagian dari lawatan ke Eropa Timur, menyebut tindakan itu sebagai “perampasan tanah” dan mengatakan dunia menolak apa yang disebutnya “logika keliru” Rusia dibalik aneksasi itu.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa sengketa mengenai Krimea merupakan masalah keamanan bagi seluruh kawasan itu.

Sementara di Eropa Timur, Biden juga bertemu dengan kepala negara Estonia, Lithuania dan Latvia, semuanya bekas Republik Soviet yang sama-sama berbatasan dengan Rusia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan kepada wartawan bahwa keikut sertaan Rusia dalam Kelompok G8 telah ditangguhkan. Namun anggota-anggota lainnya belum mengukuhkan pernyataan itu.

Ketujuh negara itu yang perekonomian dan perindustriannya terbesar di dunia yang bersama Rusia membentuk G8, awal bulan ini mengecam tindakan-tindakan Rusia di Krimea dan membatalkan KTT G8 yang dijadwalkan berlangsung di kota peristirahatan Sochi bulan Juni.
XS
SM
MD
LG